Madina  

Paluta  




           
Tapsel







Padangsidimpuan   









Palas  



           
 


Minggu, 14 Desember 2014

DKI Jakarta juara umum Kejurnas STE 2014,Sumut Peringkat 2

 
 Petinju Riau Hasamusasta (kanan) memukul petinju Kaltim Hanafi Sutrisno saat bertanding di kelas Terbang 52 kg pada Kejurnas Sarung Tinju Emas (STE) ke-32 di Medan, Sumut. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

INFO TABAGSEL.om-Para petinju DKI Jakarta akhirnya berhasil memenuhi takadnya tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Sarung Tinju Emas (STE) yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, 9-13 Desember 2014.

DKI Jakarta berhasil meraih empat medali emas, dua perak dan dua perunggu.

Emas DKI Jakarta masing-masing diraih Novita Sinadia di kelas 51 kg putri, setelah di babak final Sabtu malam, berhasil mengalahkan petinju Sumatera Utara Suzen R Simangunsung dengan kemenangan angka.

Emas kedua diraih Rafli Langi yang berlaga di kelas 58 kg putra, yang dibabak final menang TKO atas petinju Sumatera Utara Rahmad Febriansyah, emas berikutnya diraih Mathias Mandiangin di kelas 60 kg putra yang menang angka atas Gresti Alfons, petinu asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berikutnya emas ke empat DKI Jakarta berhasil disumbangkan Vinki Montolalu yang menang angka atas Abdul Sada dari Sulawesi Selatan, sekaligus melengkapi gelar juara umum DKI Jakarta pada STE ke-33 ini.

Sementara tuan rumah Sumatera Utara harus puas di posisi kedua setelah hanya mampu meraih tiga medali emas, empat perak dan delapan perunggu, sekaligus gagal mempertahankan juara umum kejuaraan yang sama tahun 2013.

Ketua Umum PP Pertina, Reza Ali usai menutup kejuaraan tersebut mengatakan, peta kekuatan tinju di Indonesai cukup merata yang dibuktikan dengan meratanya perolehan medali yang diraih masing-masinmg daerah di kejuaraan tersebut.

Ia berpesan kepada petinju yang berhasil meraih medali diharapkan tidak langsung merasa berbesar hati, melainkan harus terus berlatih dengan keras mengingat tahun depan banyak kejuaraan yang akan dihadapi baik nasional maupun internasional.

"Kepada petinju yang belum berhasil, saya harap tidak patah semangat, namun jadikan kegagalan ini sebagai ajang evaluasi," katanya.