Madina  

Paluta  




           
Tapsel







Padangsidimpuan   









Palas  



           
 


Sabtu, 23 Mei 2015

Tak Terima Adik Terjaring Razia Preman, Oknum Anggota TNI Ribut di Kantor Polisi

Saat anggota Denpom Pematangsiantar mengamankan anggota TNl yang ribut di Polsek Siantar Barat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2015).(Foto:Kompas)


INFO TABAGSEL.com-Tak terima adiknya, Pardi Naibaho ditangkap petugas kepolisian Polsek Siantar Barat, Pematangsiantar, seorang yang diduga anggota TNI berpangkat Pratu yang tugas di Rindam I/ BB mendatangi Polsek Siantar Barat dan membuat keributan, Kamis (21/5/2015) sore.

Sebelumnya memang, Polsek Siantar barat meringkus sejumlah preman yang kerap meresahkan di Pasar Horas, Pematangsiantar, Kamis (21/5/2015) siang. Dari sejumlah preman tersebut, salah satunya bernama Pardi Naibaho.

Saat berada di Polsek Siantar Barat, Pardi menghubungi abangnya melalui SMS. Selang tak berapa lama sekitar pukul 17.00 WIB, dengan menggunakan mobil dinas yang terakhir diketahui bernama Pratu Frans Naibaho langsung masuk ke dalam Polsek dan sontak menanyakan dengan nada keras, "Di mana adikku, siapa polisi yang menangkap dia!" kata Frans, emosional.

Namun salah seorang anggota Polsek dengan lembut menjawab masih didata. Namun Pratu Frans langsung mengamuk. Sehingga petugas Polsek Siantar Barat menelpon pihak Denpom l/l Pematangsiantar.

Tak berapa lama kemudian Polisi Militer tiba di lokasi dan mengamankan Frans dan membawanya ke komando Denpom di Jalan Diponegoro. Sementara itu saat dikonfirmasi, Kapolsek Siantar Barat Ipda D Sinaga mengatakan, peristiwa diduga berawal penangkapan preman dari Pasar Horas dan pihaknya membawa ke Polsek.

Tak berapa lama salah seorang dari mereka menghubungi abangnya yang diketahui seorang anggota TNI. Begitu datang langsung mengamuk sehingga pihak Polsek mengontak Denpom untuk mengamankan Pratu Frans Naibaho.

"Diduga dia nggak terima karena adiknya ikut diamankan saat petugas razia preman di Pasar Horas. Dia datang setelah adiknya ini meng-sms dia. Setelah datang, dia langsung mengamuk. Makanya kita hubungi langsung kontak denpom dan sekarang sudah dibawa," kata Sinaga.
( KOMPAS.com)