Jumat, 31 Oktober 2014

Citra DPR bisa makin terpuruk

Dokumentasi pecahan gelas dan mikrophone tergeletak di lantai akibat aksi menggulingkan meja oleh anggota Fraksi PPP DPR saat memprotes pimpinan rapat dalam Rapat Paripurna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/10). Rapat Paripurna DPR dengan agenda penetapan nama-nama anggota fraksi pada alat kelengkapan dewan menjadi ricuh terkait dualisme internal Fraksi PPP DPR. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki


INFO TABAGSEL.com-Jika anggota-anggota DPR tetap berebutan kekuasaan internal, maka citra DPR bisa semakin terpuruk di mata masyarakat, menurut pengamat politik Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Muhammad Yamin.

"Ya baik itu Koalisi Merah Putih (KMP) maupun Koalisi Indonesia Hebat (KIH) hal-hal itu akan menimbulkan kesan negatif di mata masyarakat, karena ujung-ujungnya hanya berebut kekuasaan dan semuanya akan menderita kerugian secara politis," kata Yamin, di Solo, Jumat.

Semestinya mereka itu tidak menang-menangan sendiri baik itu KMP (Partai Golkar, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional) dan KIH (PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura, dan PPP).

"Ya meskipun KMP itu mempunyai suara banyak dalam DPR, semestinya juga tidak boleh menang sendiri dan suara dari KIH harus didengarkan," katanya.

Ia mengatakan untuk itu semua pimpinan di partai ini baik yang berasal dari KMP maupun KIH harus duduk bersama untuk bermusyawarah mencapai kemufakatan dalam persoalan tersebut.

Dia katakan itu bila para anggota dewan tidak mau mendapat sorotan dari masyarakat berebut kekuasaan. "Ya semua harus memperhitung untuk kedepan dan anggota legislatif ini dipilih masyarakat juga untuk memperjuangkan rakyat bukan hanya kepentingan partai atau diri sendiri," kata dia.