Tampilkan postingan dengan label PROFIL KANDIDAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL KANDIDAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

PROFIL CALON BUPATI PALUTA: Letkol Kav Purn H Sutan Siregar SH

Nama : Letkol Kav H Sutan Siregar SH,

Tempat & T Lahir :Medan 7 Maret 1957

Alamat: Desa Hajoran Kecamatan, Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Pekerjaan: Purn TNI-AD,

Agama :Islam,

Istri: Hj Duma Sari Lubis,


INFO TABAGSEL.com-Sutan Siregar berasal dari keluarga sederhana dan dibesarkan di Desa Hajoran Kecamatan Padang Bolak tepatnya disebelah Barat Kabupaten Padang Lawas Utara dari pasangan Almarhum Mara Alam Siregar Gelar Tongku Raja Adil Siregar dengan Lenggasana Harahap.

Berjuang dengan ikhlas sambil berdoa adalah merupakan semboyan H Sutan Siregar SH, cucu dari Alm Mangaraja Malim Siregar dengan Naimat Harahap yang sangat dikenal ramah di kalangan masyarakat. Almarhum Mara Alam Siregar Gelar Tongku Raja Adil merupakan anak tertua dari lima bersaudara, dengan dua saudara laki-laki yang bernama Raden Siregar Gelar Sutan Paruhum yang dikenal sebagai tokoh adat Paluta, H Akmal Siregar gelar Baginda Manahan sebagai Anggota DPRD Kabupaten Paluta.

Kemudian dua saudara perempuan yang bernama Derhana Siregar tinggal di Desa Parlimbatan, Nursani Siregar tinggal di Desa Siunggam Jae.

Keluarga sederhana ini adalah merupakan cucu dari seorang pejuang di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Tapanuli Selatan kini menjadi Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dimana Oppungnya dari pihak Ibu yang bernama Alm H Fahruddin Harahap Gelar Baginda Parimpunan Harahap, merupakan pejuang Partai Politik PPP yang sekarang salah satu partai yang melekat dihati rakyat Indonesia.

Pernah menduduki jabatan sebagai Dewan Negeri Hajoran. Kepemimpinannya sudah nampak sejak kecil. Ini merupakan suatu pertanda sebagai turunan dari Sang Kakek (Oppung) yang sangat terkenal dan memasyarakat.


Anak 1 Kapt Inf (Kopasus) Wadan Denma Paruhum Siregar, Kapt Inf Ade Pribadi Siregar, Danki B Jogja Sedang Melaksanakan Operasi Perbatasan Kalimantan menggantikan Bataliyon 123 (Rajawali Padang Sidimpuan).3 Anggi Alamsyah Siregar SH, Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). 4. Harapan Siregar, Sersan Mayor Taruna/ AU/ Penerbang, Yogyakarta.

KARIR DAN JABATAN
1. CATAM WAMIL Tahun 1977 Pangkat PRADA
2. CABA, SECAPA, SUSLAPA, SUSPUNG
Pangkat Terakhir LETNAN KOLONEL
3. DANTON KAV 6 Serbu Medan
4. Komandan Kompi Yon Kav 6 Serbu Medan
5. Pasi Intel Kodim Bangkinang Riau
6. Pasi Intel Korem 032 Padang Sumatera Barat
7. Anggota DPRD Fraksi TNI di Riau
8. Kakanminvet Selaku Koordinator Propinsi Riau
9. Pabanda Lid Dam I BB
10. Kasi Intel Korem 031 WB Pekan Baru
11. Pabandya Min Sintel Dam I BB

RIWAYAT OPERASI PENUGASAN


1. Penugasan TIMOR TIMUR / Seroja
2. Penugasan Operasi Di Aceh
RIWAYAT PENDIDIKAN
SD Sekolah Dasar Negeri ( SD ) Hajoran Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara , Lulus Tahun 1969
SMP Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMP)
Gunung Tua, Lulus Tahun 1972
SMA Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Gunung Tua, Lulus Tahun 1975
S1 Universitas Al-Hikmah Medan, Lulus 2011
H Sutan Siregar, SH no urut 3 beserta keluarga meminta Doa dan Dukungan KOUM SISOLKOT, DALIHAN NATOLU serta MASYARAKAT Kabupaten Padang Lawas Utara untuk meraih kemenangan pada pemilihan Bupati 14 Agustus 2013.



Syahrul Harahap,Calon Bupati Paluta Nomor Urut 2 Jadi Tersangka

Jumlah TPS 596 Pada Pilkada Paluta

Bupati Paluta Lantik 68 Pejabat Eselon III

Senin, 17 Desember 2012

PROFIL CAGUBSU: Amri Tambunan


    Nama : Drs H Amri Tambunan

    Tanggal Lahir:23 Janurai 1949

    Tempat Lahir:Labuhan Batu

    Alamat  : Lubuk Pakam,Deli Serdang

Amri Tambunan merupakan Putra sulung Alm Djamaluddin Tambunan yang pernah menjabat  sebagai Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhan Batu (1949), Walikota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumut (1960), Sekwildasu (1973), Gubernur Jambi (1974), Kabanlitbang Depdagri (1980) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1987)..

 

Amri adalah lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) jurusan Sosial Politik. Karirnya di pemerintahan pun diawali dari jenjang yang paling rendah yaitu menjadi Pelaksana Lurah. Jabatan itu diembannya ketika Pak Amri baru saja lulus dari APDN Medan pada tahun 1977. Pak Amri juga pernah menjabat sebagai Kaur Pembinaan Masyarakat di Kantor Camat Medan Johor pada tahun 1999 sebelum melanjutkan pendidikan ke IIP Jakarta.                 

Riwayat Jabatan :
1.Kaur Pembinaan Masyarakat Kantor Camat Medan
Johor 1979 – 1981
2.Camat Tanjung Morawa 1984 – 1988
3. Asisten II Setwilda Tk. II Deliserdang 1988 – 1995
4. Pembantu Bupati Deli Serdang Wilayah IV 1995 – 1997
5. Kepala Subdis Retribusi Dispenda Tk. I SU 1997
6. Kepala Biro Humas Setdasu 1997 – 1999
7. Sekretaris Daerah Kota Medan 1999 – 2002
8.  Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Provsu
2002 – 2004
9. Bupati Deli Serdang. (2004 – 2009, 2009 – 2014
Putra Seorang Pejuang
Drs. H. Amri Tambunan dilahirkan dari sosok keluarga pajuang Bapak Mayor (T) H. Djamaluddin Tambunan (alm) dan Ibu Lettu Hj. Nubanum Siregar (almh) yang keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Medan. Semasa mudanya Almarhun H. Djamaluddin Tambunan adalah tokoh pemuda yang berjuang mengangkat senjata melawan penjajah di wilayah Tanjungbalai, Asahan, Labuhan Batu dan Tapanuli. Berkat perjuangan beliaulah pada pasca Proklamasi Kemerdekaan beliau diamanahkan menjabat sebagai Wedana Tanjungbalai (1946), kemudian menjadi Patih di Asahan (1947), terus menjadi Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhan Batu (1949), Walikota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumut (1960), Sekwildasu (1973), Gubernur Jambi (1974), Kabanlitbang Depdagri (1980) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1987).
Dilahirkan pada masa sulit tanggal 23 Janurai 1949 dalam kondisi bangsa Indonesia mengalami tantangan besar akibat adanya upaya penjajah untuk kembali menjajah Indonesia, Ibu Hj. Nurbanun harus berkali-kali mengungsi karena tekanan bangsa penjajah. Dalam dalam kandungan, Amri Tambunan sudah merasakan pahit getirnya hidup di pengungsian. Bahkan pada saat hamil tua, Ibu Hj. Nurbanun ditangkap dan ditawan Belanda di Tanjungbalai untuk memaksa agar suaminya Mayor Djamaluddin Tambunan yang berjuang melawan Belanda menyerahkan diri kepada penjajah.
Meski melahirkan di rumah sakit dalam kondisi sebagai tawanan Belanda, Ibu Nurbanun dan bayinya berhasil melarikan diri dengan bantuan para pejuang. Berhari-hari Ibu Nurbanun dnegan Amri kecil di dalam gendongannya harus berjalan kaki keluar masuk hutan menghindari kejaran Belanda. Perjuangan berat sewaktu kecil inilah yang kiranya membuat sosok Amri Tambunan menjadi seorang pribadi yang tangguh, tegas dan berwibawa.
Amri Tambunan dilahirkan sebagai anak kedua, sebelumnya pasangan ini telah dianugerahi seorang anak perempuan yang diberi nama Irma. Namun karena sulitnya kehidupan pada waktu itu karena terus dikejar-kejar Belanda, mereka harus sering berpindah tempat dan mengungsi bahkan sampai ke Padangsidempuan. Akibatnya, Irma yang baru berusia empat bulan itu tak mampu bertahan dan meninggal dunia di pengungsian dan kelahiran Amri menjadi penawar kesediahan mereka. Itulah sebabnya nama anak kedua itu diberi nama Amri yang merupakan kebalikan dari nama kakaknya. Pendidikan dasar dijalani Amri Tambunan di pematang siantar dan tamat SD tahun 1961, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Medan. Pendidikan di bangku SMA dijalani Amri di tiga sekolah yaitu kelas 1 di SMA Negeri 1 Medan, kelas 2 di SMA Negeri 1 Sipirok, kelas 3 di SMA Negeri 2 Pematang Siantar. Sempat menuntut ilmu di Fakultas Tekini USU, tapi kemudian memilih menekuni ilmu pemerintahan di APDN Medan dan terus melanjutkan ke IIP Jakarta. Suasana yang penuh perjuangan itulah yang nampaknya mewarnai sosok Pak Amri yang berani, tegas, bersahaja dan santun sehingga sangat dekat dengan rakyat. Semoga Pak Amri dapat beri rahmat dan hidayah oleh Allah subhanawata’ala untuk melanjukan pengabdiannya memimpin Sumatera Utara.

  1. PROFIL CAGUBSU:Gus Irawan Pasaribu
  2. PROFIL CAGUBSU: Effendi M. S. Simbolon
  3. PROFIL CAGUBSU: CHAIRUMAN HARAHAP
  4. PROFIL CAGUBSU: Amri Tambunan
  5. PROFIL CAGUBSU:Si Ganteng, Gatot Pujo Nugroho

Minggu, 25 November 2012

PROFIL CAGUBSU: CHAIRUMAN HARAHAP

Nama                    :  H Chairuman Harahap SH, MH

Tempat Tgl Lahir :  Gunung Tua,10 Oktober 1947  

Alamat                  :  Jl.Hidup Baru No.17 Gandaria,Jaksel

Nama Istri            :  Ratna Sari Lubis  

1960:Lulus dari SD Rakyat Gunungtua
• 1963:Lulus dari SMP Negeri Pargarutan Padang Sidempuan
• 1966:Lulus dari SMA Negeri III Medan
• 1974:Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (S1)
• 2005:Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (S2)
• 2010:Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (S3)
• 1980:Penataran Kasi Intelijen Kejaksaan Agung RI (Predikat 2 terbaik)
• 1981:Kursus Perwira Intelijen SEINTELSTRAT BAIS–ABRI (Predikat 5 terbaik)
• 1984 :Kursus Perwira Intelijen Strategis SEINTELSTRAT BAIS–ABRI (Predikat 2 terbaik)

• 1989 :Pendidikan Jaksa Spesialis Penyelundupan Kejaksaan Agung RI (Predikat 1 terbaik)

• 1995:SESPANAS Lembaga Administrasi Negara (Predikat 9 terbaik)
• 1998:Penataran P4 Kontekstual BP7 Pusat
• 2000:KSA VIII LEMHANNAS
• 2003:Calon Gubernur Sumatera Utara dari Partai Golongan Karya (GOLKAR)
• 2008 :Kepala Bidang Survey dan Statistik Bappilu DPP Partai Golongan Karya
• 2009:Kordinator Bidang Hukum untuk Pemilu Jusuf Kalla – Wiranto
• 2009 :Anggota DPR-RI komisi III dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR-RI
• 2010:Ketua Komisi II DPR-RI
• 2012 :Wakil Ketua Fraksi Partai Golongan Karya DPR-RI dan juga Anggota Komisi VI DPR-RI

Nama Chairuman Harahap sudah tak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Lelaki berusia 61 tahun ini dikenal tokoh yang selalu berada di tengah pusaran politik masyarakat Sumut. Maka itu tak heran, sosoknya seolah tak pernah lekang dari ingatan masyarakat Sumut.

 Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut ini juga dikenal sebagai sosok pekerja keras, ulet dan pemberani. Dia tidak pernah merasa takut dengan ancaman dan teror. Dalam bukunya berjudul “Merajut Kolektivitas Melalui Penegakan Supremasi Hukum,” Chairuman mengatakan: “Kalau takut, tak usah jadi Jaksa”.

Ayah dari dari; Wannahari Harahap, Maulida Sari Harahap, Diatce Gunungtua Harahap dan Muhammad Rizki Harahap ini memang luar biasa. Betapa tidak, karena setelah mejadi staf Ahli Jaksa Agung (200), karir Jaksa dari suami Ratna Sari Lubis ini kembali bersinar, yakni ditugaskan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan akhirnya benar-benar tembak langsung ke Jakarta sebagai dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum. Pekerja keras ini akhirnya pensiun sebagai Deputi Menko Polhukkam Bidang Hukum dan HAM Setelah sebelumnya terlibat dalam Anggota Steering Committee RUU Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  
Berbahagialah ayahbundanya, H. Sutan Mangarahon Harahap dan Hj. Aisyah Lubis ini, karena karier anahandanya berjalan dengan baik tahap demi tahap melalui gemilang dengan deretan karir berikut ini:

Jenjang Karier

1. Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Riau (1991)
2. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku (1993)
3. Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Jawa Barat (1994)
4. Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sumatera Selatan (1995)
5. Wakajati Sulawesi Utara (1996)
6. Inspektur Padang Bidang Pengawasan Kejagung (1998)
7. Kepala Pusat Operasi Intelejen (Kapusopsin) Kejagung (1999)
8. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Pidsus Kejagung (2000)
9. Direktur Upaya Hukum dan Eksekusi Tindak Pidsus (2000)
10. Staf Ahli Jaksa Agung (2000)
11. Anggota Steering Committee RUU Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
12. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
13. Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum
14. Deputi Menko Polhukkam Bidang Hukum dan HAM

Terkait :

  1. PROFIL CAGUBSU:Gus Irawan Pasaribu
  2. PROFIL CAGUBSU: Effendi M. S. Simbolon
  3. PROFIL CAGUBSU: CHAIRUMAN HARAHAP
  4. PROFIL CAGUBSU: Amri Tambunan
  5. PROFIL CAGUBSU:Si Ganteng, Gatot Pujo Nugroho




Sabtu, 24 November 2012

PROFIL CAGUBSU:Si Ganteng, Gatot Pujo Nugroho

Nama                           : H. Gatot Pujo Nugroho, ST
Tempat/Tgl Lahir        : Magelang, 11 Juni 1962
Pendidikan       :
-         SD Negeri di Magelang
-         SMP Negeri I Magelang
-         STM Negeri Magelang
-         D3 Program Instruktur Politeknik Institut Teknologi Bandung (ITB), tamat 1986
-         S1 Jurusan Teknik Sipil ITB, tamat 1999
-     Program Pasca Sarjana USU Jurusan Perencanaan Wilayah Daerah (Sedang   Berlangsung)

Pekerjaan         :
-        Plt Gubernur Sumatera Utara-sekarang
-         Konsultan Kerohanian di RM Wong Solo 1999-2003
-         Komisaris PT Fasbiru 2005-sekarang

Organisasi        :
-         Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera  Sumut ( 2006 – 2010 )
-         Anggota Dewan Penasehat FKPPI Sumut
-         Anggota Dewan Penasehat DPW Pujakesuma Sumut
Sosoknya selalu berpenampilan rapi dan sederhana. Dia dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Nama Gatot Pujo Nugroho mencuat dan mulai dikenal luas bersamaan dengan amanah diembannya sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut 2006-2011.
Sebelumnya, meski aktif dalam kegiatan dakwah bersama PKS, nama Gatot belum begitu dikenal di tengah-tengah publik. Pasalnya, karena tercatat sebagai dosen di Politeknik Negeri Medan (Polimed), namanya tidak masuk dalam struktur kepengurusan PKS Sumut. Bersamaan dengan terpilihnya dia sebagai Ketua DPW PKS Sumut dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I PKS Sumut pada akhir 2006 lalu, Gatot pun secara resmi mengundurkan diri sebagai staf pengajar di Polimed.

Sebagai pimpinan tertinggi di tingkat propinsi dari partai politik yang tengah berkembang pesat, nama Gatot pun dengan cepat melejit dan mulai dikenal warga Sumut. Keluesannya dalam bergaul membuatnya makin cepat diterima di berbagai kalangan. Tak heran bila dia kemudian pun dipercaya sebagai penasehat di salah satu ormas pemuda dan salah satu organisasi kedaerahan yang cukup berpengaruh.
Gatot yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 11 Juni 1962 lalu. Ayahnya Juli Tjokro Wardoyo adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Ibunya, Sulastri adalah seorang ibu rumah tangga yang dikenal sebagai ketua pengajian kaum ibu di lingkungannya.
Gatot tumbuh besar di komplek prajurit TNI di Magelang. Selain terbiasa dididik dengan disiplin tinggi khas keluarga tentara, Gatot dan saudara-saudaranya juga tumbuh dalam suasana keluarga yang religius. Kedua orangtuanya, termasuk kakek nenek dari kedua orangtuanya itu, dikenal sebagai tokoh agama dan panutan di lingkungannya masing-masing.
Suasana keagamaan cukup kental itu yang membuat Gatot sejak kecil dekat dan punya minat tinggi dengan Keislaman. Sejak duduk di bangku Sekola Dasar, Gatot sudah terbiasa menjaga sholat lima waktunya. Karena kedekatannya dengan hal-hal berbau Keislaman itu pula membuatnya digelari ”Kyai” oleh rekan-rekan sepermainannya. Julukan ”Kyai” itu masih sering diucapkan teman-temannya sampai dia duduk di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM).
Karena minatnya yang tinggi terhadap Keislaman membuat Gatot sejak kecil, selain bercita-cita jadi tentara, juga berkeinginan menjadi Ulama atau Kyai. Tapi karena keterbatasan biaya mengingat ayahnya yang hanya parajurit biasa memaksa Gatot mengurungkan niatnya. Dia harus menghapus mimpinya untuk melanjutkan pendidikannya ke Pesantren Modern Gontor setamat dari Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Magelang.
Dengan harapan, nantinya bisa langsung bekerja setamat sekolah, ayahnya meminta Gatot melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Magelang. Setelah melewati ujian, Gatot menjadi satu-satunya siswa SMP Negeria 1 Magelang yang bisa lolos ke STM Negeri Magelang yang saat itu menjadi favorit.
Menjelang tamat STM, Gatot yang juga punya keinginan besar untuk menjadi tentara itu berniat mengikuti test Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Namun karena keterbatasan biaya, lagi-lagi Gatot harus mengurungkan niatnya. Ayahnya berharap besar dia langsung bekerja setamat dari STM agar bisa meringankan beban ekonomi keluarga.
Lulus STM, Gatot langsung pun diterima bekerja sebagai tenaga lapangan di salah satu perusahaan kontraktor. Dia pun akrab dengan pekerjaan kasar, bersentuan dengan batu, semen, pasir dan lainnya. Kulit kakinya yang kasar dan berlubang-lubang karena pekerjaan kasar yang ditekuninya itu membuatnya harus tersingkir di test bidang kesehatan saat mencoba melamar untuk Sekolah Calon Bintara (SECABA) Angkatan Darat (AD).
Setahun bekerja sebagai tenaga lapangan kontraktor, Gatot mendapat info adanya program beasiswa penuh pendidikan D3 Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk instruktur di Politeknik yang akan didirikan di berbagai daerah di Indonesia.
Karena tak akan dipungut biaya pendidikan, Gatot ikut test dan akhirnya dinyatakan lulus. Kelak setamat mengikuti program D3 ITB tersebut, Gatot ditempatkan sebagai staf pengajar di Politeknik Universitas Sumatera Utara (USU) sejak 1986. Bersamaan dengan penempatannya di Medan itu lah, Gatot pindah ke Medan sampai saat ini.
Semasa kuliah di program D3 ITB tersebut, Gatot mulai bersentuhan dengan aktivitas masjid kampus. Dia aktif di Masjid Salman ITB dan juga Masjid Taqwa yang ada di lingkungan kostnya di Komplek TNI AD di Geger Kalong, Bandung. Kebetulan Masjid Taqwa tersebut persis berada di depan rumah dai kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Di masa itu, Gatot dan Aa Gym berinteraksi cukup dekat dengan bersama-sama aktif menghidupkan Masjid Taqwa tersebut dengan berbagai kegiatan.
Setelah ditempatkan di Politeknik USU, Gatot pun aktif di masjid kampus, yakni Masjid Dakwah USU. Aktivitas dakwah di kampus itu lah yang terus berlanjut sampai kemudian Gatot pun terlibat aktif dalam dakwah bersama PKS. Seperti yang suduh jamak diketahui, PKS merupakan partai yang dilahirkan para mahasiwa yang aktif dalam dakwah di kampus-kampus se-Indonesia.
Di tengah semangat dakwah pula Gatot menemukan pasangan hidupnya Sutias Handayani yang juga aktivis dakwah kampus. Mereka dijodohkan oleh guru mengajinya masing-masing dan melangsungkan pernikahan pada 10 Mei 1990. Sampai saat ini mereka telah dikaruniai lima anak yang kesemuanya puteri. Dua dari lima anak mereka saat ini menempuh pendidikan di Pesatren Kuningan, Jawa Barat.



Karir Politik
Seiring waktu intensitas kegiatannya di partai semakin tinggi. Puncaknya ketika dia dipercaya menduduki jabatan sebagai Plh Ketua DPW PKS Sumut pada tahun 2005 ketika ketua yang lama yakni Ustadz Muhammad Nuh terpilih duduk di legislatif. Saat itulah Mas Gatot memilih mengundurkan diri dari Politeknik USU.
Begitulah, selanjutnya Mas Gatot diminta menjadi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara mendampingi Syamsul Arifin. Jabatan Ketua DPW PKS pun seketika diserahkan kepada Musthofa Ismail.
Pasangan yang popular di sebut Syampurno ini akhirnya tampil sebagai pemenang dalam Pemilukada gubernur langsung pertama oleh rakyat di tahun 2008. Pasangan berslogan, “Rakyat tidak sakit, rakyat tidak lapar dan rakyat tidak bodoh,” yang dilantik 16 Juni 2008 sayangnya kandas di tengah jalan.
Gatot Pujo Nugroho diangkat menjadi penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) terhitung sejak 21 Maret 2011. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.15/P Tahun 2011 tertanggal 21 Maret 2011.
Keppres No.15/P Tahun 2011 tersebut diserahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemdagri) Diah Anggraeni, kepada Gatot Pujo Nugroho di Kantor Mendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Pengangkatan sebagai Pj Gubernur itu karena Gubernur Syamsul Arifin saat ini berstatus tersangka, dalam kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lngkat. Syamsul ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan dititipkan di Rutan Salemba. 
 Sumber:  Gatot pujonugroho    
Terkait:

  1. PROFIL CAGUBSU:Gus Irawan Pasaribu
  2. PROFIL CAGUBSU: Effendi M. S. Simbolon
  3. PROFIL CAGUBSU: CHAIRUMAN HARAHAP
  4. PROFIL CAGUBSU: Amri Tambunan
  5. PROFIL CAGUBSU:Si Ganteng, Gatot Pujo Nugroho


Jumat, 17 Agustus 2012

Profil Kandidat 6.Chaidir Ritonga-Mara Gunung Harahap

INFO TABAGSEL.com-Pasangan paling kapabel menurut banyak orang,  Ir H Chaidir Ritonga MM dan
H Mara Gunung Harahap SE MM  diusung    Golkar (2), PKS (1), PDS (1), Republikan (1),PSI dan PPRN. 

Chaidir Ritonga Seorang Pengusaha sukses yang terjun ke Politik.Saat ini,dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumut.Chaidir Ritonga memiliki alasan kuat untuk terjun kepolitik praktis. Bukan sekedar latah, apalagi untuk mengejar prestise dan kekayaan materi. Maka dalam habitat barunya ini, dia bertekad untuk berbuat yang terbaik sesuai yang dia mampu.

“Saya ingin menjalankan amanah dan berbuat yang terbaik untuk bangsa lewat jalur politik. Lapangan pengabdian itu juga ada di jalur politik ”, katanya.

Anak seorang Supir yang sejak SD hingga SMA tinggal di Aek Tampang Padangsidimpuan ini memang memiliki banyak ide untuk memajukan suatu Organisasi.Dia mengkritisi Perguruan Tinggi yang tak mampu mencetak generasi berjiwa interpleneur, melainkan sekedar tenaga kerja di sektor formal yakni pegawai negeri sipil (PNS).Dia menawarkan agarPerguruan Tinggi menerapkan metode pengajaran baru. Bukan sekedar memperkenalkan entrepreneur kepada mahasiswa, tetapi menggugah sisientrepreneur agar lulusan perguruan tinggi memiliki kreatifitas,inovasi, dan semangat pantang menyerah.

Pendampingnya dalam hajatan Pilkada Padangsidimpuan 2012 , Mara Gunung Harahap menjabat sebagai Wakil Walikota Padangsidimpuan   ( incumbent ).Pasangan ini berharap kejadian seperti Pilkada Tapsel 2010 terulang kembali pada Pilkada Padangsidimpuan 2012 ini,dimana incumbent wakil bupati Tapsel waktu itu  Aldinz Rapolo Siregar  yang berpasangan dengan  Syahrul M Pasaribu   memenangkan Pilkada Tapsel.(Sande Raja Pulungan)

Profil Kandidat Lainnya :

Profil Kandidat No 1.Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)

Profil Kandidat 2.Rusydi Nasution-Riswan Daulay

Profil Kandidat 3. Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution

Profil Kandidat 4.Dedi JP Harahap-AffanSiregar

Profil Kandidat 5.Amir Mirza Hutagalung-Nurwin Nasution

   
                             

Profil Kandidat 5.Amir Mirza Hutagalung-Nurwin Nasution



INFO TABAGSEL.com-Pasangan calon walikota dan wakil walikota Padangsidimpuan nomor urut 5 H.Amir Mirza Hutagalung SE- H. Nurwin Nasution (AmanaH-Nurwin)merupakan  pasangan pengusaha dan birokrat.Pasangan ini berasal dari jalur Independen  mendaftar dengan pernyataan dukungan dari sekitar 15 ribu poto copy penduduk Psp.

Amir Mirza seorang Pengusaha dan berdomisili di Medan.Dia mendapat ilmu kewirahusahaan dari ayahnya yang juga seorang pengusaha. Sedangkan pendampingya Nurwin Nasution,merupakan Anak dari mantan Bupati Tapanuli Selatan yang sangat berhasil ,Bupati Nurdin Nasution.

Ada beberapa motivasi yang mendorong AmanaH-Nurwin membidik kursi Walikota dan wakil. Di antaranya keinginan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan dan kesehatan serta yang paling utama menigkatkan kesejahteraan atau tarap hidup warga kota P.Sidimpuan ujar .Nurwin Nst mengatakan jalur perseorangan atau independen yang mereka ambil adalah suatu pilihan bukan suatu alternatif. 

AmanaH-Nurwin maju dengan cost politik yang sedikit dan akan menghindari money politik yang ujug ujugnya akan memperbodoh masyarakat. Kita tidak mau menghargai nilai demokrasi masyarakat P.Sidimpuan dengan sembako, mari kita jadikan masyarakat ini sebagai masyarakat yang cerdas dalam berdemokrasi. Karena pada akhirnya masyarakat sendirilah yang akan menikmati buah dari pilihannya.(Sidimpuan Tabagselta)  
Lainnya :

Profil Kandidat No 1.Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)

Profil Kandidat 2.Rusydi Nasution-Riswan Daulay

Profil Kandidat 3. Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution

Profil Kandidat 4.Dedi JP Harahap-AffanSiregar

Profil Kandidat 6.Chaidir Ritonga-Mara Gunung Harahap

Profil Kandidat 4.Dedi JP Harahap-AffanSiregar


INFO TABAGSEL.com-Dedi Jaminsyah Putra Harahap SSTP MSP-H merupakan anak Walikota Medan Rahudman Harahap.Calon Walikota Padangsidimpuan (Psp) nomor urut 4 ini, Dedi Jaminsyah Putra Harahap SSTP MSP yang berpasangan dengan H Affan Siregar SE diusung partai   PDIP (2), PAN (2), PBR (1).
Figur Dedi merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri( STPDN ). Selama di STPDN, Dedi pernah menjadi Danyon yang tentu memimpin satu pasukan.
Dedy Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan tiga.Karirnya di birokrasi, pernah menjabat Sekretaris Lurah di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapsel, Lurah Petisah di Kota Medan, Sekretaris Camat (Sekcam) di Medan Sunggal.
Pasangannya, H Affan Siregar SE merupakan  PNS sejak tahun 1990-an lalu . Jenjang karir, pernah dipercayakan menjabat Kepala Bappeda Kota Psp tahun 2003-2006, dimanahkan menduduki jabatan nomor tiga di pemerintahan yaitu Sekda Tapsel dari tahun 2006-2010. 

Profil Kandidat No 1.Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)

Profil Kandidat 2.Rusydi Nasution-Riswan Daulay

Profil Kandidat 3. Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution

Profil Kandidat 5.Amir Mirza Hutagalung-Nurwin Nasution

Profil Kandidat 6.Chaidir Ritonga-Mara Gunung Harahap

Profil Kandidat 3. Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution


INFO TABAGSEL.com-Pasangan calon Walikota & Wakil Walikota Padangsidimpuan nomor urut  3 ,Andar Amin Harahap-Muhammad Isnandar Nasution diusung multi Partai sepert PKB (1) kursi , PPP (1), PDP (1), PKNU (1), Partai Buruh (1)disusul PKPB (1) dan Patriot (1). 

Andar merupakan putra Bupati Padang Lawas Utara,Bachrum Harahap.Andar dalam Pilkada Tapanuli Selatan 2010 juga memperoleh nomor urut 3 berpasangan dengan Dr Badjora M Siregar menempati peringkat 2 dikalahkan pasangan Sahrul dan Rapolo yang keluar sebagai pemenang Pilkada Tapsel 2010.Pasangan  Andar dan Badjora saat itu diusung Partai Bintang Repormasi, Partai Demokrasi Pembaharuan, PDI Perjuangan, Pelopor, PDK, Partai Matahari Bangsa dan PKDI

Andar Amin Harahap Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).Saat ini,Dia   menjabat sebagai Kabang Kesbang Linmas Kabupaten Padang Lawas Utara(Paluta).

Sedangkan Wakilnya,  Isnandar Nasution merupakan Politisi muda dari PKB dan saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Padangsidimpuan.Kalau anda masih ingat "Pustaka Rahmat"yang sangat terkenal Di Padangsidimpuan tahun 70 sampai 80- an.Isnandar  adalah putra dari Pengusaha Pustaka Rahmat yang sudah Almarhum.(Sande Raja Pulungan)

Profil Kandidat No 1.Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)

Profil Kandidat 2.Rusydi Nasution-Riswan Daulay

Profil Kandidat 4.Dedi JP Harahap-AffanSirega

Profil Kandidat 5.Amir Mirza Hutagalung-Nurwin Nasution

Profil Kandidat 6.Chaidir Ritonga-Mara Gunung Harahap

Profil Kandidat 2.Rusydi Nasution-Riswan Daulay


INFO TABAGSEL.com-Rusydi Nasution-Riswan Daulay diusung Partai Demokrat (4 kursi) dan Hanura (2 kursi). Rusydi Nasution Merupakan anak seorang Guru .Dia adalah salah satu contoh anak muda enerjik Kota Padang Sidempuan masa kini yang berjiwa enterpreunership. Rusydi yang kini berusia 39 tahun, lahir 05-05-1973 dan dibesarkan di Padang Sidempuan menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA di kota ini. Alumni SMA Negeri 1 Padang Sidempuan ini pada tahun 1992 melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Bogor dan lulus 1996. Setelah lulus ia langsung hijrah untuk mengikuti karir professionalnya di bidang finance dan menetap di Jakarta hingga sekarang.

Selama mengikuti kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), Rusydi Nasution adalah sosok mahasiswa kreatif yang bersahaja namun enerjik dan berjiwa modern. Ia tidak hanya mampu mengikuti kuliah dengan baik tetapi juga aktif di organisasi kemahasiswaan. Nilai plusnya, saat umumnya mahasiswa sangat tergantung dari keuangan orangtua, Rusydi Nasution justru sudah mampu menghasilkan uang dengan mengoptimalkan bakat kewirausahaannya.



Ini menunjukkan Rusydi Nasution adalah contoh mahasiswa masa depan yang mampu lebih awal produktif di dunia kerja sebelum tiba waktunya jadi sarjana. Dengan kata lain, karakter kewirausahaan Rusydi Nasution menetas sebelum waktunya, lebih cepat dari kondisi yang diinginkan oleh perguruan tinggi.

Karakter inilah yang membawa beliau menduduki posisi strategis di Bank CIMB Niaga yang membidangi interest rate, tresuri dan pasar modal. Usianya yang masih muda pada posisi penting di bank internasional, menjadi bukti bahwa kiprahnya semasa mahasiswa berbuah manis di usianya yang masih muda.(Sumber :Tapanuli Selatan Dalam Angka)

Profil Kandidat No 1.Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)

Profil Kandidat 3. Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution

Profil Kandidat 4.Dedi JP Harahap-AffanSirega

Profil Kandidat 5.Amir Mirza Hutagalung-Nurwin Nasution

Profil Kandidat 6.Chaidir Ritonga-Mara Gunung Harahap

Profil Kandidat No 1.Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)


INFO TABAGSEL.com-Inilah Pasangan nomor urut 1dalam Pilkada Padangsidimpuan 2012. Mohammad Habib Nasution,MBA dan Ir.Soripada Harahap (SO RAP)  mendaftar sebagai pasangan bakal calon Walikota dan wakil pada Pilkada kota Psp yang akan di gelar pada 18 oktober nanti, setelah memenuhi berbagai persyaratan seperti dukungan masyarakat melalui poto copy KTP sebanyak  15.300 lembar yang tersebar dari 6 Kecamatan di kota Psp.

Mohammad Habib Nasution,MBA yang berlatar belakang pengusaha dan Ir.Soripada Harahap seorang birokrat yang pernah menjadi Pejabat Bupati Kab.Padanglawas maju dengan mengusung misi perbaikan. Di antaranya keinginan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan dan kesehatan, pelayanan kepada masyarakat serta yang paling utama meningkatkan kesejahteraan atau tarap hidup warga kota P.Sidimpuan.


Profil Kandidat 2.Rusydi Nasution-Riswan Daulay

Profil Kandidat 3. Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution

Profil Kandidat 4.Dedi JP Harahap-AffanSirega

Profil Kandidat 5.Amir Mirza Hutagalung-Nurwin Nasution

Profil Kandidat 6.Chaidir Ritonga-Mara Gunung Harahap