Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2015

Mengenal Lebih Dekat Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, Bupati Madina

Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution
INO TABAGSEL.com-Tiada kesuksesan tanpa perjuangan begitujuga keberhasilan tanpa pengorbanan. Demikian disampaikan Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution saat ditemui di rumah Dinas di Panyabungan.

Bupati yang memiliki panggilan akrab “Batu” lahir di Sopo Tinjak 11 Mei 1958 Kecamatan Batang Natal Kabupaten Madina yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan . Desa kelahiran anak ke- 3 dari lima bersaudara pasangan Alm H Kamaluddin Nasution dan Almh. Nurjannah Nasution menjalani pendidikan dasar di sekolah rakyat Tahun 1966.

Pada masanya ayah Dahlan Nasution menjabat sebagai Kepala Desa selama lima belas tahun, disamping itu juga bertani untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara ibunya ibu rumah tangga biasa. Almarhum kedua orang tua Dahlan Hasan sangat keras dan disiplin dalam mendidik anak – anaknya dan tidak jarang memberikan sanksi, kepada anaknya yang membandel.

“Semua anak anaknya selalu ditekankan untuk selalu mmbaca Al-Qur’an dan beribadah oleh sang ibu selepas magrib,” kata Dahlan Hasan Nasuiton mengenai kebiasaannya semasa kecil.

Setiap pulang sekolah “Batu” selalu membantu almarhum kedua orang tua di ladang dan mencari kayu bakar untuk dibawa pulang ke rumah. setiap magrib anak – anak ditekankan shalat bersama dan membaca Al-Qur’an setelah itu diharuskan belajar malam walaupun lampu penerangan hanya terbuat dari obor, katanya.

Menjelang usia 14 tahun Drs.H.Dahlan Hasan Nasution melanjutkan pendidikan di bangku SMP negeri Natal Kec.Natal dan tinggal bersama udak / paman (papa kantin) di pasar IV Natal. Karena sudah kebiasaan di didik disiplin dan tegas dia juga selalu membantu pekerjaan yang dapat dikerjakan di rumah sang Paman.

Sekitar tahun 1975 dia melanjutkan pendidikan SMA di Padang Sidimpuan yang dulunya masih Kabupaten Tapanuli Selatan dan tinggal bersama abang kandungnya almarhum Wardi Burhanuddin Nasution panggilan akrab WB.

Namun pendidikan SMA di Padang Sidimpuan hanya sampai di bangku kelas II (dua) saja. Akhirnya dia melanjutkan pendidikan ke SMA N 5 Medan dan tinggal bersama Tulang (Saudara Laki – Laki Almarhum dari ibunda) yaitu Mhd. Nasir Nasution yang disaat itu sebagai Camat di Medan Teladan.

Dia selalu pandai menyesuaikan diri meskipun tinggal dengan saudara sendiri dan selalu membantu pekerjaan di rumah seperti kebiaaan yang dilakukannya semasa di kampung halaman.

Pada tahun 1988 Drs.H.Dahlan Hasan Nasution melanjutkan pendidkan di salah satu Fakultas di Sumatera Utara jurusan Ilmu Administrasi Negara untuk Pasca D III dan dilanjutkan pengambilan S 1 pada tahun 1990 dalam pendidikan Fisipol di Universitas Medan Area.

Disampaing sebagai mahasiswa turut membantu Tulangnya sebagai supir untuk menambah biaya kuliah dalam meringankan ke dua orang tua bahkan disamping itu disaat saat libur Drs.H.Dahlan Hasan juga bertanam padi dan sayur di daerah Percut Sei Tuan Medan.

Karir demi karir begitu juga jabatan sudah diraihnya setelah PNS dia menjabat Pj.Kasubbag Olahraga dan Biro Mental Spritual di Sekwiladasu pada tahun 1986 sampai dengan 1994, Pj.Kabag Pemuda Olahraga dan Peranan Wanita Biro Bina Sosial di Sekwildasu pada tahun 1994 sampai 1998, Pj.Kasubdis Keolahragaan Dispora Provinsi sumatera Utara pada tahun 1998 sampai 2002, Kasubdis Bina Keolahragaan di Dispora Provsu pada tahun 2002 sampai 2003, Kepala Biro Perlengkapan Setdapropsu pada tahun 2003 sampai 2007, Pj.Bupati Madina pada Maret 2005 sampai dengan September 2005, Wakil Bupati Madina pada tahun 2011 sampai 2014, Plt.Bupati Madina pada tahun 2013 sampai 2014 dan akhirnya menjabat selaku Bupati Madina pada 09 Oktober 2014.

Drs.H.Dahlan Hasan Nasution selalu berpesan kepada seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Madina agar benar – benar bekerja dengan baik dan sungguh – sungguh memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat banyak karena jabatan hanyalah amanah.

Dalam kesuksesannya sampai saat ini, dia selalu menyampaikan tidak akan ada keberhasilan dan kesuksesan tanpa kejujuran, kerja keras kemauan dan ber’doa dan jangan lupa berbaktilah kepada ke dua orang tua, kata Drs.H.Dahlan Hasan Nasution “Batu”.

Inilah presiden termiskin di dunia yang patut kita teladani

Profil singkat Mahmoud Ahmadinejad

Nama : Mahmoud Ahmadinejad
Tempat / Tanggal lahir : Aradan, Iran / 28 Oktober 1956
Status : Menikah
Menjabat sebagai Presiden Iran ke : 6
Pendidikan  : Gelar Doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)



 Mahmoud Ahmadinejad terlahir dengan nama Mahmoud Sabourijan di daerah Garmsar, tepatnya desa Aradan 54 tahun silam. Ayahnya, Ahmad, adalah seorang pandai besi dan pengikut ajaran Syi’ah yang taat. Ibunya, Khanom, dikatakan memiliki hubungan darah dengan nabi Muhammad SAW.

Ahmadinejad merupakan seseorang yang tidak terkenal, bukan tokoh ulama, juga bukan tokoh politik di negara Iran. Ahmadinejad kecil tumbuh layaknya seorang remaja di usianya. Dikenal sebagai penggemar sepakbola dan jago bermain sepakbola. Dia juga pintar matematika. Selain itu Ahmadinejad terkenal memiliki suara yang bagus, seperti saat membaca Al-Quran maupun pidato.


Keluarga Ahmadinejad pindah ke Teheran, Iran pada saat dia berusia 1 tahun. Nama ‘Sabourijan’ diganti menjadi ‘Ahmadinejad’ oleh sang ayah untuk menghindari konflik di tempat tinggal barunya.


Pada tahun 1980, Ahmadinejad merupakan ketua perwakilan IUST (Iran University of Science and Technology) untuk perkumpulan mahasiswa se-Iran. Ahmadinejad juga terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya peristiwa ‘krisis sandera Iran’.


Pada masa perang saudara antara Iran dan Irak, Ahmadinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam, tepatnya pada tahun 1986. Ahmadinejad kemudian diangkat menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran.


Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997. Ini merupakan awal kiprah Ahmadinejad di dunia politik.


Pada bulan mei 2003, Ahmadinejad terpilih sebagai walikota Teheran. Selama menjabat sebagai walikota, Ahmadinejad menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat kebudayaan Teheran. Hal ini bertentangan dengan para walikota sebelum dirinya yang lebih modern dan reformis.


Saat kampanye, Ahmadinejad pernah bertengkar dengan Presiden Iran saat itu, Mohammad Khatami, yang membuat beliau mencabut hak Ahmadinejad untuk menghadiri pertemuan dewan menteri, hak yang biasanya diberikan pada walikota di Iran. Pertengkaran tersebut dipicu dari pernyataan Ahmadinejad di depan umum bahwa Presiden Khatami tidak pernah memperhatikan masalah sehari-hari warga Iran.


Pada tahun 2005, Ahmadinejad akhirnya terpilih menjadi Presiden keenam Iran setelah memenangkan 62 persen suara dalam Pemil. Mengalahkan rivalnya, Ahmad Hashemi Rafsanjani.


Tidak ada yang mengira Mahmoud Ahmadinejad dapat terpilih menjadi Presiden Iran, karena 6 kandidat presiden lainnya merupakan tokoh ulama atau tokoh politik yang memiliki sumber dana besar. Ahmadinejad terpilih karena rakyat menyukai gaya dan sifatnya yang sederhana.


Tak lama setelah terpilih, Ahmadinejad tersandung tuduhan bahwa dirinya terlibnat dalam peristiwa ‘krisis sandera Iran’ pada tahun 1979. Sebuah foto yang diklaim sebagai bukti memperlihatkan seorang pria mirip dirinya sedang berjalan menuntutn sandera. namun hal ini tak pernah dapat dibuktikan.


Ahmadinejad dikenal sebagai sosok konservatif yang sangat berpedoman pada nilai-nilai agama yang dianutnya. Pidato dan kata-katanya seringkali pedas dan kontroversial. Terutama jika menyangkut negara Amerika. Perkataan Ahmadinejad ini membuat dirinya tak disukai oleh kalangan politikus dunia Barat, terutama Amerika. Ahmadinejad juga dikenal sebagai tokoh anti-gay.


Saat menjabat Walikota Teheran, kemana-mana selalu menyetir sendiri, tetap tinggal di rumah susunnya, membersihkan lingkungannya sendiri, suka mengamati sendiri setiap sudut kota dan lain-lain.


Sifatnya yang sederhana ini masih terlihat saat Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan tetap setia menggunakan mobil tuanya serta tetap tinggal di rumah susunnya. Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai karena lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan setiap pendapatan minyak bumi agar jatuh ke meja makan rakyat Iran. 

Saya tidak akan berhenti hingga semua rakyat biasa di Iran dapat makan. (Ahmadinejad)
Dalam menghadapi tekanan barat pun Ahmadinejad berani dan tegas.
Anda yang menciptakan dan menggunakan senjata biologis saat perang Irak-Iran. Anda yang menggunakan peluru ber-uranium. Apa hak Anda melarang kami (Iran) mengembangkan teknologi nuklir untuk energi dan perdamaian. (Ahmadinejad)
Suatu ketika Ahmadinejad mendapat pertanyaan dari wartawan Jepang : “Tuan Presiden, kenapa Anda masih mempertahankan pengembangan teknologi nuklir yang mengancam perdamaian dunia ?”

``Anda seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan kami (Iran), Anda harusnya lebih khawatir kepada negara yang pernah menjatuhkan bom nuklir ke negara Anda, jawab Ahmadinejad”


Kesederhanaan, pengabdian tulus pada negara dan keberanian dalam menghadapi tekanan barat membuat Mahmoud Ahmadinejad makin dicintai rakyatnya.


Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:


"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"


Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."


Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran : 


1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.


2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.


3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.


4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.


5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.


6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.


7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.


8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.


9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.


10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.


11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.


12. Sepanjang sholat, ia tidak duduk di baris paling muka


13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa 14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Semoga di negeri ini akan (terlahir) dan semakin banyak terlahir para pemimpin yang sangat mencintai dan dicintai seluruh rakyatnya... pemimpin yg amanah, sederhana, tulus mengabdi kepada rakyat, tidak menyakiti hati rakyat, selalu peduli, mengutamakan dan memperjuangkan kepentingan rakyatnya melebihi kepentingan dirinya, keluarganya, golongan dan kelompoknya, amiiiin...

Jumat, 31 Oktober 2014

Mengenal Parada Harahap ToKoh Besar Dari Tapsel

Parada Harahap ToKoh Besar Dari Tapsel

INFO TABAGSEL.com-Parada Harahap (1899 - 1959) adalah seorang jurnalis Indonesia yang lahir di Pargarutan, Padangsidempuan, Tapanuli Selatan.15 Desember 1899 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1959. Ia dijuluki King of the Java Press karena kemauannya yang keras dan semangat belajarnya yang tinggi, baik secara otodidak maupun mengikuti kursus-kursus. Sejak bulan Juli 1914, ia bekerja sebagai leerling schryverpada Rubber Cultur My Amasterdam di Sungai Karang, Asahan. Karena kecerdasan dan daya ingatnya yang sangat baik Parada Harahap kemudian dapat menggantikan juru buku berkebangsaan Jerman. Selama bekerja di perkebunan itu Parada Harahap terus belajar supaya dapat berbicara bahasa Belanda membaca surat kabar De Sumatera Postdan surat kabar berbahasa Melayu seperti Benih Merdeka dan Pewarta Deli serta mempelajari tulisan-tulisan yang dimuat dalam surat kabar itu. Pada tahun 1917 dan 1918Parada Harahap telah menulis dan membongkar kekejaman Poenale Sanctie dan perlakuan di luar batas perikemanusiaan terhadap kuli-kuli kontrak yang dilakukan baik oleh tuan kebun maupun bawahannya.

Karier jurnalisnya   menerbitkan majalah untuk golongannya: De Kranie; kemudian menjadi redaktur Sinar Merdeka di Padang Sidempuan (1919-1922). Selanjutnya berkecimpung di berbagai harian dan majalah; antara lain: Benih Merdeka dan Hindia Sepakat (di Sibolga). Setelah merantau ke Jawa bekerja sebagai reporter Sin Po di Jakarta, keharian Neratja. Tahun 1924 mendirikan kantor berita Alpena dan mingguan Bintang Timoer yang kemudian berkembang menjadi harian dan merupakan koran modem untuk waktu itu.

Benih Merdeka. Kemudian dia kembali ke kampung halamannya dan memimpin surat kabar Sinar Merdeka(1919) dan memimpin majalah Poestaha. Surat kabarnya sebagian besar mengkritik kebijakan pemerintahan kolonial Belanda akibat kesewenang-wenangan mereka selama diHindia Belanda. Selama dua tahun di Padangsidempuan, ia telah 12 kali terkena delik pers serta berulangkalu keluar masuk penjara.

Pada tahun 1922, ia pindah ke Jakarta menerbitkan mingguan Bintang Hindia, Bintang Timur dan Sinar Pasundan. Pada saat itu ia mulai memakai nama samaran Oom Baron Matturepeck yang diambil dari bahasa Batak (berarti suara dari kertas). Selain itu, ia adalah satu-satunya orang pertama yang mendirikan Akademi Wartawan di Jakarta. pada masa pendudukan Jepang, beliau dipercaya menjadi pemimpin redaksi Surat Kabar Sinar Baroe.

Menjelang masa kemerdekaan pada tahun 1945 , ia masuk dalam susunan anggota BPUPKI yang dibentuk oleh Jepang di Jakarta. Dalam hal ini, beliau adalah satu-satunya anggota BPUPKI yang berasal dari etnis Batak.

Tahun 1935 sempat melawat ke Jepang; sementara itu Bintang Timoer mengalami kemunduran; tahun berikut mendirikan Tjaya Timoer, berlangsung sampai zaman Jepang. Selama pendudukan Jepang mengasuh harian Sinar Baroe di Semarang; awal revolusi menjadi pegawai tinggi Kementerian Penerangan, disamping memimpin harian Negara Baroe. Selama revolusi fisik ditugaskan sebagai Koordinator Jawatan Penerangan se-Sumatera; menerbitkan Harian Detik: 1948, pegawai tinggi Kementerian Penerangan Negara Indoesia Tirnur di Ujungpandang. Tahun 1951 mendirikan Akademi Wartawan di Jakarta; kemudian berkembang menjadi Perguruan Tinggi Publistik; 1953, berusaha menerbitkan mingguan Lukisan Dunia, menghidupkan kembali harian Bintang Timoer, tetapi akhirnya koran itu dijual kepada Partai Rakyat Nasional.

Sabtu, 31 Mei 2014

Biografi Capres Prabowo Subianto

Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 62 tahun) adalah seorang tokoh militer dan politik Indonesia. Seorang mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat, ia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus dengan pangkat Mayor Jenderal, dari bulan Desember 1995 hingga Maret 1998, dan kemudian dipromosikan menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal. Namun, baru dua bulan menjabat, ia diberhentikan pada bulan Mei 1998 oleh Presiden B.J. Habibie.

Setelah tak aktif lagi dalam dinas militer, ia menjadi pengusaha, dan kemudian mulai aktif dalam politik dengan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya. Ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada pemilihan umum presiden Indonesia 2009 mendampingi Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tetapi hanya berhasil meraih sekitar 26,79% dari suara nasional, dan gagal terpilih. Pada pemilihan umum presiden Indonesia 2014, ia maju sebagai calon presiden bersama calon wakil presiden Hatta Rajasa.

Kehidupan pribadi
Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo (yang merupakan begawan ekonomi Indonesia) dan Dora Marie Sigar, atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro. Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Ia memiliki dua kakak perempuan, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, Hashim dikenal sebagai seorang pengusaha handal, dengan bisnis di puluhan negara termasuk Kanada, Russia dan Indonesia.

Prabowo adalah keturunan Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu) yang bernama Raden Tumenggung Kertanegara III. Prabowo juga terhitung sebagai salah seorang keturunan dari Adipati Mrapat, Bupati Kadipaten Banyumas Pertama. Selain itu, garis keturunannya dapat ditilik kembali ke sultan-sultan Mataram.

Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.

Karier militer
Prabowo mengawali karier militernya pada tahun 1970 dengan mendaftar di Akademi Militer Magelang. Ia lulus pada tahun 1974, satu tahun setelah Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia saat ini

Operasi di Timor Timur
Pada tahun 1976 Prabowo bertugas sebagai Komandan Pleton Grup I Para Komando Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur, saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur. Dengan tuntunan Antonio Lobato yang merupakan adik Nicolau Lobato, kompi Prabowo menemukan Nicolau Lobato di Maubisse, lima puluh kilometer di selatan Dili. Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978.

Pada akhir tahun 1992, Xanana Gusmao berhasil ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Prabowo.Informasi mengenai keberadaan Xanana Gusmao diperoleh dari sadapan telepon Ramos Horta di pengasingan.

Di Kopassus
Pada tahun 1983, Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan Special Forces Officer Course di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggungjawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara. Pada tahun 1995, ia sudah mencapai jabatan Komandan Komando Pasukan Khusus, dan hanya dalam setahun sudah menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.

Penyelamatan Mapenduma
Salah satu pencapaian Prabowo saat menjadi pimpinan Kopassus adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. Pada gambar ini, Prabowo menyalami salah satu peneliti yang berhasil dibebaskan.
Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz ’95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). 5 orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM.

Pengibaran bendera di Puncak Everest
Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Gunung Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal.

Pengamanan 1998
Sebagai Pangkostrad yang membawahi pasukan cadangan ABRI yang jumlahnya cukup besar pada waktu itu, Prabowo dimintai pertolongan oleh Panglima Kodam Jaya untuk mengamankan Jakarta yang berada dalam suasana kacau. Permintaan ini dipenuhi Prabowo dengan membantu mengamankan sejumlah bangunan penting, khususnya rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan.

Meskipun akhirnya perannya ini kemudian menimbulkan kontroversi, namun ia juga mengambil beberapa langkah penting yang menentukan arah reformasi pada waktu itu. Antara lain ia berhasil membujuk Amien Rais untuk membatalkan rencana doa bersama di Monas. Ia juga bertanya kepada Habibie mengenai kesiapannya jika sewaktu-waktu Soeharto turun, apakah siap menjadi Presiden, yang memberi sinyal kepada Habibie untuk bersiap menggantikan Soeharto.

Selain itu pada 14 Mei 1998, Prabowo berinisiatif mengadakan silaturahmi dengan beberapa tokoh reformis seperti Adnan Buyung Nasution, Setiawan Djodi, Rendra, Bambang Widjajanto, dan lain-lain. Ia juga sempat didesak untuk memainkan peran seperti Suharto pada tahun 1965, yang secara tegas ditolaknya karena merasa bahwa masih berada di bagian bawah jenjang protokoler kepemimpinan dalam masa genting, berbeda dengan peran Suharto waktu itu yang memungkinkan untuk mengambil kendali karena kosongnya kepemimpinan TNI selama hilangnya para jendral. Selain itu, ia menyatakan tidak ingin kudeta terjadi karena hanya akan menimbulkan kudeta-kudeta lainnya.

Karier bisnis
Prabowo memiliki dan memimpin dua puluh tujuh perusahaan di Indonesia dan di luar negeri. Ia adalah Presiden dan CEO PT Tidar Kerinci Agung yang bergerak dalam bidang produksi minyak kelapa sawit, lalu PT Nusantara Energy yang bergerak dalam bidang migas, pertambangan, pertanian, kehutanan dan pulp, juga PT Jaladri Nusantara yang bergerak di bidang perikanan.

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih untuk mengikuti karier adiknya, Hashim Djojohadikusumo, dan menjadi pengusaha. Karier Prabowo sebagai pengusaha dimulai dengan membeli Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Kiani Kertas dimiliki oleh Bob Hasan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri.

Selain mengelola Kiani Kertas, yang namanya diganti oleh Prabowo menjadi Kertas Nusantara, kelompok perusahaan Nusantara Group yang dimiliki oleh Prabowo juga menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dimiliki oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.

Pada Pilpres 2009, Prabowo ialah cawapres terkaya, dengan total asset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta,[24] termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 miliar per ekor serta sejumlah mobil mewah seperti BMW 750Li dan Mercedes Benz E300. Kekayaannya ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala itu ia hanya melaporkan kekayaan sebesar 10,153 miliar.

Namun, pada tahun 2011, dilaporkan bahwa PT Kertas Nusantara memiliki 161 kreditor, yang terdiri terdiri dari 136 kreditor konkuren, 18 kreditor istimewa, dan 7 kreditor separatis. Berdasarkan verifikasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha, total utang Kertas Nusantara pada saat itu mencapai Rp 14,31 triliun. Bahkan pada tanggal 9 Juni 2011, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memerintahkan kepada PT Kertas Nusantara agar membayar utang sebesar Rp 142 miliar kepada PT Multi Alphabet sebagai salah satu kreditor dalam waktu 45 hari, dan bila tidak Kertas Nusantara terancam dinyatakan bangkrut. Namun, pada tanggal 21 Juli 2011, PT Kertas Nusantara selamat dari ancaman kebangkrutan setelah 89% kreditor setuju untuk memberikan perpanjangan masa pembayaran utang.

Pada tanggal 20 Januari 2014, Tempo melansir pernyataan dari Ketua SP Kahutindo PT Kertas Nusantara, Indra Alam, bahwa PT Kertas Nusantara kembali diterpa masalah karena sekitar 600 karyawan PT Kertas Nusantara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berunjuk rasa menuntut gaji yang belum dibayarkan selama lima bulan Tempo juga memberitakan bahwa buruh mengancam tidak akan memilih Prabowo dan menggelar aksi di Bundaran HI. Namun berita ini kemudian dibantah sendiri oleh Indra Alam sebagai hoax. Ia merasa tidak pernah menyatakan bahwa ia mengajak buruh untuk berdemonstrasi di Bundaran HI dan memboikot Prabowo dalam pemilu. Terkait ancaman ini, manajemen PT Kertas Nusantara juga mengkonfirmasi bahwa masalah hutang gaji telah diselesaikan sejak Maret 2014. Direktur PT Kertas Nusantara Winston Pola pernah menyatakan meminta maaf dan menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kesulitan keuangan karena pabrik yang tidak beroperasi dengan kapasitas penuh pada pertengahan tahun 2013.

Organisasi nonpemerintah
Prabowo terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI periode 2004-2009 dan periode berikutnya 2010-2015. Selain itu, Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia dan Asosiasi Pencak Silat Indonesia.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional. Didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama.

Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Djodi dan Ja’far Hafsah. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 Dewan Pimpinan Daerah menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) adalah organisasi independen yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan pedagang pasar Indonesia. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat provinsi dan 199 Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten.

Selaku Ketua Umum APPSI, Prabowo kerap menyuarakan agar pemerintah membatasi hipermarket dengan mengatur jaraknya agar tidak merugikan pedagang kecil. “Selama ini pedagang pasar tradisional selalu dianaktirikan sehingga ketika pasar modern didirikan para pemilik modal pedagang pasar harus rela dibubarkan karena ada pembongkaran”, cetus Prabowo.

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

Prabowo membuka turnamen pencak silat SEA Games 2011 di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi, antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.

Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan.

Citra personal
Seperti calon presiden lainnya, Prabowo memiliki tampilan unik yang mudah dikenali dengan baju warna khaki dengan banyak kantong[rujukan?] . Ini membuat ia dianggap mengingatkan masyarakat kepada sosok Sukarno dan Syahrir. Ia sendiri menyatakan menyukai setelan ini karena alasan kepraktisan[rujukan?]. Prabowo mulai sering mengenakannya saat berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009.

Kontroversi
Manuver saat Orde Baru
Dengan menggunakan koneksi dengan Presiden Soeharto, Prabowo dan saudaranya dianggap mencoba membungkam kritik jurnalistik dan politik pada tahun 1990-an. Hasyim gagal menekan Goenawan Mohamad agar menjual koran Tempo kepadanya. Ketika menjabat sebagai letnan kolonel, Prabowo mengudang Abdurrahman Wahid ke markas batalionnya pada tahun 1992 dan memperingatinya agar hanya berkecimpung dalam bidang agama dan tidak menyentuh politik, atau ia harus menghadapi akibatnya bila melanjutkan oposisi terhadap Soeharto. Ia juga memperingatkan Nurcholish Madjid (Cak Nur) agar mengundurkan diri dari Komite Independen Pemantau Pemilu, yaitu badan pengawas pemilu yang didirikan oleh Goenawan Mohamad.

Konflik dengan LB Moerdani
Prabowo termasuk tokoh kontroversial di Indonesia. Pada tahun 1983, Prabowo, menurut Sintong Panjaitan, terlibat perselisihan dengan beberapa jenderal yang dianggap akan mengkudeta Suharto. Sampai pada akhirnya pada bulan Maret 1983, di Datasaemen 81, Prabowo diceritakan mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani yang diduga hendak melakukan kudeta terhadap Presiden Soeharto, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu.

Mayor Luhut memerintahkan pembatalan aksi tersebut dan memerintahkan agar senjata dan alat komunikasi diamankan. Ancaman kudeta tersebut akhirnya tidak terbukti, dan Prabowo dianggap dalam keadaan stress dan diberikan cuti.

Namun Prabowo membantah cerita versi Sintong Panjaitan ini dengan tertawa. Menurutnya, tidak masuk akal seorang kapten bisa memimpin pasukannya untuk melawan dan menculik jenderal. Ia dengan tenang mengatakan bahwa tiap kali ada buku baru, pasti ada tuduhan kudeta baru yang dialamatkan kepada dirinya, dan membiarkan tiap orang dengan versi ceritanya masing-masing.


 Sumber : Wikipedia.com (31 Mei 2014)

Senin, 24 Juni 2013

PROFIL CALON BUPATI PALUTA: Letkol Kav Purn H Sutan Siregar SH

Nama : Letkol Kav H Sutan Siregar SH,

Tempat & T Lahir :Medan 7 Maret 1957

Alamat: Desa Hajoran Kecamatan, Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Pekerjaan: Purn TNI-AD,

Agama :Islam,

Istri: Hj Duma Sari Lubis,


INFO TABAGSEL.com-Sutan Siregar berasal dari keluarga sederhana dan dibesarkan di Desa Hajoran Kecamatan Padang Bolak tepatnya disebelah Barat Kabupaten Padang Lawas Utara dari pasangan Almarhum Mara Alam Siregar Gelar Tongku Raja Adil Siregar dengan Lenggasana Harahap.

Berjuang dengan ikhlas sambil berdoa adalah merupakan semboyan H Sutan Siregar SH, cucu dari Alm Mangaraja Malim Siregar dengan Naimat Harahap yang sangat dikenal ramah di kalangan masyarakat. Almarhum Mara Alam Siregar Gelar Tongku Raja Adil merupakan anak tertua dari lima bersaudara, dengan dua saudara laki-laki yang bernama Raden Siregar Gelar Sutan Paruhum yang dikenal sebagai tokoh adat Paluta, H Akmal Siregar gelar Baginda Manahan sebagai Anggota DPRD Kabupaten Paluta.

Kemudian dua saudara perempuan yang bernama Derhana Siregar tinggal di Desa Parlimbatan, Nursani Siregar tinggal di Desa Siunggam Jae.

Keluarga sederhana ini adalah merupakan cucu dari seorang pejuang di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Tapanuli Selatan kini menjadi Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dimana Oppungnya dari pihak Ibu yang bernama Alm H Fahruddin Harahap Gelar Baginda Parimpunan Harahap, merupakan pejuang Partai Politik PPP yang sekarang salah satu partai yang melekat dihati rakyat Indonesia.

Pernah menduduki jabatan sebagai Dewan Negeri Hajoran. Kepemimpinannya sudah nampak sejak kecil. Ini merupakan suatu pertanda sebagai turunan dari Sang Kakek (Oppung) yang sangat terkenal dan memasyarakat.


Anak 1 Kapt Inf (Kopasus) Wadan Denma Paruhum Siregar, Kapt Inf Ade Pribadi Siregar, Danki B Jogja Sedang Melaksanakan Operasi Perbatasan Kalimantan menggantikan Bataliyon 123 (Rajawali Padang Sidimpuan).3 Anggi Alamsyah Siregar SH, Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). 4. Harapan Siregar, Sersan Mayor Taruna/ AU/ Penerbang, Yogyakarta.

KARIR DAN JABATAN
1. CATAM WAMIL Tahun 1977 Pangkat PRADA
2. CABA, SECAPA, SUSLAPA, SUSPUNG
Pangkat Terakhir LETNAN KOLONEL
3. DANTON KAV 6 Serbu Medan
4. Komandan Kompi Yon Kav 6 Serbu Medan
5. Pasi Intel Kodim Bangkinang Riau
6. Pasi Intel Korem 032 Padang Sumatera Barat
7. Anggota DPRD Fraksi TNI di Riau
8. Kakanminvet Selaku Koordinator Propinsi Riau
9. Pabanda Lid Dam I BB
10. Kasi Intel Korem 031 WB Pekan Baru
11. Pabandya Min Sintel Dam I BB

RIWAYAT OPERASI PENUGASAN


1. Penugasan TIMOR TIMUR / Seroja
2. Penugasan Operasi Di Aceh
RIWAYAT PENDIDIKAN
SD Sekolah Dasar Negeri ( SD ) Hajoran Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara , Lulus Tahun 1969
SMP Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMP)
Gunung Tua, Lulus Tahun 1972
SMA Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Gunung Tua, Lulus Tahun 1975
S1 Universitas Al-Hikmah Medan, Lulus 2011
H Sutan Siregar, SH no urut 3 beserta keluarga meminta Doa dan Dukungan KOUM SISOLKOT, DALIHAN NATOLU serta MASYARAKAT Kabupaten Padang Lawas Utara untuk meraih kemenangan pada pemilihan Bupati 14 Agustus 2013.



Syahrul Harahap,Calon Bupati Paluta Nomor Urut 2 Jadi Tersangka

Jumlah TPS 596 Pada Pilkada Paluta

Bupati Paluta Lantik 68 Pejabat Eselon III

Selasa, 21 Mei 2013

Profil Muhammad Chatib Basri,Menkeu Baru

Muhammad Chatib Basri


INFO TABAGSEL.com-Dr.
Muhammad Chatib Basri, S.E., M.Ec. lahir di Jakarta, 22 Agustus 1965.Dia adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional asal Indonesia yang menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sejak 14 Juni 2012.

Chatib Basri lahir dari pasangan perantau Minangkabau, Chairul Basri (ayah) dan Nurbaiti (ibu). Ayahnya berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat dan merupakan kakak dari sastrawan Asrul Sani. Oleh karenanya semasa kecil, Chatib lebih senang mempelajari politik, sastra, dan seni, dibandingkan ilmu ekonomi. Ia sempat beberapa kali ikut pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Chatib Basri mengenyam pendidikan di Kolese Kanisius, dan menamatkan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1992). Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Australia National University dan mendapatkan gelar Master of Economic Development pada tahun 1996. Lima tahun kemudian ia memperoleh gelar PhD Dalam bidang Ekonomi dari universitas yang sama.

Setelah memperoleh gelar sarjana, ia bekerja sebagai peneliti di LPEM-FEUI dan menjadi dosen FEUI. Pada periode 1997-2001, Chatib menjabat sebagai asisten peneliti yang bekerja untuk Prof. Hal Hill di departemen ilmu ekonomi Australia National University. Selepas itu, ia menjabat sebagai peneliti tamu untuk The Institute of South East Asian Studies di
Singapura dan menjadi Associate Director for Research bagi LPEM. Sejak tahun 2005,


Chatib telah bertugas sebagai anggota Advisory Team to the Indonesian National Team on International Trade Negotiation. Chatib juga ditunjuk sebagai konsultan di berbagai lembaga internasional seperti World Bank, USAID, AUSAID, OECD, dan UNCTAD,Asian Development Bank serta menjadi anggota Asia and Pacific Regional Advisory Group dari International Monetary Fund. Tahun 2010-2011 Chatib juga menjadi anggota High Level Trade Expert Group yang dipimpin oleh Jagdish Bhagwati dan Peter Sutherland

Selain itu, Chatib Basri juga menjadi anggota Dewan Komisaris di beberapa perusahaan publik. Antara lain PT Astra International, PT Indika Energy, serta Axiata Group Bhd (Malaysia). Dia juga aktif menulis di berbagai media, serta beberapa jurnal internasional.

Pada tanggal 13 Juni 2012, ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, menggantikan Gita Wirjawan yang telah merangkap jabatan tersebut sejak tanggal 19 Oktober 2011 dan dilantik pada tanggal 14 Juni 2012. Pada tanggal 20 Mei 2013, ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-28 yang akan dilantik pada tanggal 21 Mei 2013 menggantikan Agus Martowardojo yang Mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia

Rabu, 26 Desember 2012

Presiden terima Taufiq Kiemas

Presiden SBY menerima buku biografi Taufiq Kiemas berjudul 'Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam', langsung dari pemiliknya, di Kantor Presiden, Rabu (26/12) siang. Buku tersebut akan diluncurkan pada 31 Desember nanti, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 Ketua MPR tersebut. Taufiq datang ke Kantor Presiden ditemani puterinya, Puan Maharani. (foto: abror/presidensby.info)

INFO TABAGSEL.com-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Ketua MPR Taufiq Kiemas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu.

Taufiq tiba di Kompleks Istana sekitar pukul 13:50 WIB dan diterima oleh Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden pada pukul 14:10 WIB. Suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu didampingi oleh Puan Maharani.

Kunjungan Taufiq ke Presiden selain bersilaturahmi juga menyerahkan buku biografinya dalam rangka peringatan ulang tahunnya ke-70 dan diluncurkan pada 31 Desember mendatang.

Wapres Menerima Buku 70 tahun Taufiq Kiemas

Wakil Presiden Boediono menerima buku dari Ketua MPR RI Taufiq Kiemas disaksikan Puan Maharani.
 (Foto : Indra)


INFO TABAGSEL.com-Wakil Presiden Boediono menerima Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Taufiq Kiemas di Kantor Wakil Presiden, Rabu 26 Desember 2012. "Saya akan meluncurkan buku tepat pada ulang tahun saya ke-70, tanggal 31 Desember nanti. Buku ini berupa kumpulan tulisan dari teman-teman," ujar Taufiq Kiemas yang didampingi putrinya, Puan Maharani.

Wapres menyampaikan selamat kepada Taufiq Kiemas atas peluncuran bukunya nanti. "Saya kira memang perlu didokumentasikan pengalaman Pak Taufik, karena sejak muda sudah aktif," puji Wapres

Rabu, 19 Desember 2012

TIME : Person of the Year Diumukan Hari ini


INFO TABAGSEL.com-Person of the Year 2012 atau tokoh majalah Time tahun ini akan segera diumumkan gari ini,(19/12/2012). Ada delapan kandidat utama yang masuk dalam sistem polling Time. Kandidat tersebut terdiri atas tokoh-tokoh terkenal di bidang bisnis, politik, dan ilmu pengetahuan. 

Delapan kandidat tersebut adalah Malala Yousafzai, aktivis muda Pakistan yang ditembak mati di kepalanya oleh pasukan Taliban karena memperjuangkan pendidikan yang lebih baik untuk remaja putri; Presiden Amerika Serikat,Barack Obama; Presiden Mesir Mohamed Morsi; Bill dan Hillary Clinton, mereka menjadi kandidat karena perjuangan mereka dalam kemanusiaan serta bidang politik; dua tokoh bisnis, yaitu CEO Yahoo! Marissa Mayer dan CEO Apple, Tim Cook; serta Higgs Boson yang terkenal dengan partikel tahun ini bersama tiga ilmuwan yang menemukan partikel tersebut.

Menarik untuk ditunggu siapa yang akan menjadi tokoh Time tahun ini. Walaupun keputusan editor Time tidak akan terpengaruh oleh hasil polling. "Selalu menarik menunggu kira-kira kandidat yang dijagokan menang atau kalah," kata Redaktur Eksekutif Time, Radhika Jones, seperti dikutip di situs majalah itu, 18 Desember 2012.

Dari delapan kandidat utama yang masuk si sistem polling Time, para pemilih online juga telah memilih "pembuat berita terbaik" tahun ini, Kim Jong Un. Lebih dari 5,6 juta orang memilih pemimpin Korea Utara tersebut. Mayoritas pemilih Kim berasal dari forum Internet 4Chan. 

Setiap tahun, sejak 1927, Time selalu memilih "pembuat berita terbaik tahun ini”. Kategori ini memilih sosok yg paling berpengaruh di dunia tahun ini, baik penguruh buruk atau baik. Tahun 2011, The Protester menang, disusul Duchess of Cambridge, dan ai weiwei. Pilihan selalu ditutup sampaicover majalah dibuka. Redaktur pengelola Time, Rick Stengel, akan mengumumkan Tokoh Terbaik Time pada 19 Desember di acara NBCpukul 07.00 pagi waktu setempat.(TIME)


Senin, 17 Desember 2012

PROFIL CAGUBSU: Amri Tambunan


    Nama : Drs H Amri Tambunan

    Tanggal Lahir:23 Janurai 1949

    Tempat Lahir:Labuhan Batu

    Alamat  : Lubuk Pakam,Deli Serdang

Amri Tambunan merupakan Putra sulung Alm Djamaluddin Tambunan yang pernah menjabat  sebagai Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhan Batu (1949), Walikota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumut (1960), Sekwildasu (1973), Gubernur Jambi (1974), Kabanlitbang Depdagri (1980) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1987)..

 

Amri adalah lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) jurusan Sosial Politik. Karirnya di pemerintahan pun diawali dari jenjang yang paling rendah yaitu menjadi Pelaksana Lurah. Jabatan itu diembannya ketika Pak Amri baru saja lulus dari APDN Medan pada tahun 1977. Pak Amri juga pernah menjabat sebagai Kaur Pembinaan Masyarakat di Kantor Camat Medan Johor pada tahun 1999 sebelum melanjutkan pendidikan ke IIP Jakarta.                 

Riwayat Jabatan :
1.Kaur Pembinaan Masyarakat Kantor Camat Medan
Johor 1979 – 1981
2.Camat Tanjung Morawa 1984 – 1988
3. Asisten II Setwilda Tk. II Deliserdang 1988 – 1995
4. Pembantu Bupati Deli Serdang Wilayah IV 1995 – 1997
5. Kepala Subdis Retribusi Dispenda Tk. I SU 1997
6. Kepala Biro Humas Setdasu 1997 – 1999
7. Sekretaris Daerah Kota Medan 1999 – 2002
8.  Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Provsu
2002 – 2004
9. Bupati Deli Serdang. (2004 – 2009, 2009 – 2014
Putra Seorang Pejuang
Drs. H. Amri Tambunan dilahirkan dari sosok keluarga pajuang Bapak Mayor (T) H. Djamaluddin Tambunan (alm) dan Ibu Lettu Hj. Nubanum Siregar (almh) yang keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Medan. Semasa mudanya Almarhun H. Djamaluddin Tambunan adalah tokoh pemuda yang berjuang mengangkat senjata melawan penjajah di wilayah Tanjungbalai, Asahan, Labuhan Batu dan Tapanuli. Berkat perjuangan beliaulah pada pasca Proklamasi Kemerdekaan beliau diamanahkan menjabat sebagai Wedana Tanjungbalai (1946), kemudian menjadi Patih di Asahan (1947), terus menjadi Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhan Batu (1949), Walikota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumut (1960), Sekwildasu (1973), Gubernur Jambi (1974), Kabanlitbang Depdagri (1980) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1987).
Dilahirkan pada masa sulit tanggal 23 Janurai 1949 dalam kondisi bangsa Indonesia mengalami tantangan besar akibat adanya upaya penjajah untuk kembali menjajah Indonesia, Ibu Hj. Nurbanun harus berkali-kali mengungsi karena tekanan bangsa penjajah. Dalam dalam kandungan, Amri Tambunan sudah merasakan pahit getirnya hidup di pengungsian. Bahkan pada saat hamil tua, Ibu Hj. Nurbanun ditangkap dan ditawan Belanda di Tanjungbalai untuk memaksa agar suaminya Mayor Djamaluddin Tambunan yang berjuang melawan Belanda menyerahkan diri kepada penjajah.
Meski melahirkan di rumah sakit dalam kondisi sebagai tawanan Belanda, Ibu Nurbanun dan bayinya berhasil melarikan diri dengan bantuan para pejuang. Berhari-hari Ibu Nurbanun dnegan Amri kecil di dalam gendongannya harus berjalan kaki keluar masuk hutan menghindari kejaran Belanda. Perjuangan berat sewaktu kecil inilah yang kiranya membuat sosok Amri Tambunan menjadi seorang pribadi yang tangguh, tegas dan berwibawa.
Amri Tambunan dilahirkan sebagai anak kedua, sebelumnya pasangan ini telah dianugerahi seorang anak perempuan yang diberi nama Irma. Namun karena sulitnya kehidupan pada waktu itu karena terus dikejar-kejar Belanda, mereka harus sering berpindah tempat dan mengungsi bahkan sampai ke Padangsidempuan. Akibatnya, Irma yang baru berusia empat bulan itu tak mampu bertahan dan meninggal dunia di pengungsian dan kelahiran Amri menjadi penawar kesediahan mereka. Itulah sebabnya nama anak kedua itu diberi nama Amri yang merupakan kebalikan dari nama kakaknya. Pendidikan dasar dijalani Amri Tambunan di pematang siantar dan tamat SD tahun 1961, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Medan. Pendidikan di bangku SMA dijalani Amri di tiga sekolah yaitu kelas 1 di SMA Negeri 1 Medan, kelas 2 di SMA Negeri 1 Sipirok, kelas 3 di SMA Negeri 2 Pematang Siantar. Sempat menuntut ilmu di Fakultas Tekini USU, tapi kemudian memilih menekuni ilmu pemerintahan di APDN Medan dan terus melanjutkan ke IIP Jakarta. Suasana yang penuh perjuangan itulah yang nampaknya mewarnai sosok Pak Amri yang berani, tegas, bersahaja dan santun sehingga sangat dekat dengan rakyat. Semoga Pak Amri dapat beri rahmat dan hidayah oleh Allah subhanawata’ala untuk melanjukan pengabdiannya memimpin Sumatera Utara.

  1. PROFIL CAGUBSU:Gus Irawan Pasaribu
  2. PROFIL CAGUBSU: Effendi M. S. Simbolon
  3. PROFIL CAGUBSU: CHAIRUMAN HARAHAP
  4. PROFIL CAGUBSU: Amri Tambunan
  5. PROFIL CAGUBSU:Si Ganteng, Gatot Pujo Nugroho

Senin, 10 Desember 2012

PROFIL CAGUBSU:Gus Irawan Pasaribu


  • Nama                :Gus Irawan Pasaribu
  • Tempat/tgl Lahir : Padang Sidimpuan, 31 Juli 1964
  • Isteri : Asrida Murni Siregar.
  • Anak : Okty Divita Irawan Pasaribu, Putra Ahmad Syarif Irawan,Pasaribu, Fauzan Faris Irawan Pasaribu


Pendidikan Formal:
  • -SD Negeri 7 Padang Sidimpuan 1976
  • -SMP Negeri I Medan 1980
  • -SMA Negeri Medan 1983
  • - Fak Ekonomi/Akuntansi Universitas Syah Kuala tahun 1988
  • - Magister Manajemen Pascasarjana USU tahun 2009

Pekerjaan :
  • Sejak 1 Maret 1990 sampai sekarang bekerja di Bank Sumut. Jabatan sekarang Direktur Utama PT Bank Sumut (2000-sekarang)
  • Ketua Umum KONI Sumut (2007-2011)


Penghargaan Olahraga:
1. Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga
Sumatera Utara dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri, tahun 2003.
2. Tokoh olahraga yang berhasil memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu
tahun 2007.
3. Tokoh Olahraga Sumatera Utara tahun 2010 dari Gubernur Sumut.
Tokoh Penggerak Pembangunan Investasi Daerah.Gus Irawan Pasaribu bersaudara : tertua Bomer Pasaribu (Dubes Denmark & Lithuania), H Panusunan Pasaribu (Majelis Wali Amanat USU, Ketua Yayasan PRSU, mantan Bupati Tapteng), H Ibrahim Pasaribu (Baker Indonesia), H Syahrul M Pasaribu (Bupati Tapsel), Hj Lisliwati Pasaribu (Guru, PNS di Padang Sidempuan), H Gus Irawan Pasaribu (Dirut Bank Sumut) dan Jon Sujani Pasaribu (Pemimpin Divisi BNI Syariah).
TERLALU banyak nilai plus dan talenta yang dimiliki pria kelahiran Padang Sidempuan 31 Juli 1964 ini. Dia jagoan beberapa cabang olahraga, ahli manajemen, bankir visioner, suara pun merdu bak biduan saat bersenandungMulti talenta itulah yang dipadukan Gus Irawan Pasaribu dalam menahkodai biduk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut periode 2007-2011. Sejak terpilih sebagai Ketua Umum tiga tahun silam, suami dari Asrida Murni Siregar ini menjadikan KONI Sumut sebagai organisasi besar yang tertib administrasi, transparan, memasyarakat, dan super aktif menggerakkan pembangunan olahraga.Hanya beberapa bulan kepemimpinannya, Direktur Utama PT Bank Sumut itu berhasil membawa Sumatera Utara meraih Juara Umum untuk kali pertama dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se – Sumatera 2007 yang diadakan empat tahun sekali.


Sukses itu diraih bukan hanya karena kepiawaian manajerial semata, namun juga karena kecintaannya terhadap dunia olah-raga. Ayah dari satu putri dan dua putra ini merupakan atlet eksekutif cabang olahraga golf, futsal, sepakbola, tenis, jetski, boling, dan banyak lainnya.
Bankir berumur 46 tahun ini secara individu juga sudah akrab dengan berbagai prestasi olahraga, begitu pula tarik suara. Alumni SMA 1 Medan, S1 Fakultas Ekonomi Universitas Syah Kuala dan Pasca Sarjana USU itu antara lain Juara I Bankers Idol pada Porseni Perbankan Sumut 2007, juara berbagai turnamen golf, dan runner-up Marathon 1200 CC Open pada Kejuaraan Nasional Jetski di Danau Toba 2004.
Gus Irawan juga sudah menerima banyak penghargaan, di antaranya Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga Sumut dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2003), Tokoh Olahraga yang memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu (2007) dan Tokoh Peduli Pendidikan dari PGRI Sumut (2007).
Di tangannya, KONI Sumut selalu berupaya memasukkan unsur hiburan dalam setiap even yang mereka gelar, seperti halnya pada Porprovsu 2010 lalu. Mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tebing Tinggi 1996-2000 dan Ketua Umum PASI Sumut 2002Ð2007 itu menyadari sepenuhnya, gebyar olahraga ibarat ‘sayur tanpa garam’ jika minus entertaint.
Demi melengkapi ilmu manajemen sport entertaint dan sport bussnies, Gus Irawan pun tak segan-segan berkorban dana, tenaga dan waktu untuk belajar dari berbagai sukses even akbar, di antaranya Olimpiade Beijing 2008 dan Asian Games Guangzhou 2010.
Transformasi ilmu dan pengalaman itu semua, diyakininya akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan obsesi dan misi besarnya, menjadikan Sumut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga (PON) buat kali kedua, tahun 2020 mendatang.
’Kita telah melakukan banyak pendekatan untuk mewujudkannya. Baru-baru ini kita mengundang KONI Se Sumatera untuk membuka jalan ke sana sekaligus membahas Porwil ke-8 tahun 2011,’ jelas mantan Ketua Umum Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Sumut (2004-2009) dan Ketua Satgasda Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Sumut (2006-2008) tersebut.
Dengan Riau sebagai tuan rumah PON 2012 dan Jawa Barat pada 2016, Tokoh Penggerak Pembangunan Olahraga Sumatera Utara 2010 dari Harian Berita Sore itu mengaku, KONI Sumut juga terus berkomunikasi dan saling dukung.
Bankir muda penggemar jus alpukat dan sup Sipirok ini juga yakin, pembangunan fasilitas olahraga Sumut yang sekarang terkesan sangat lamban, bisa terdorong dengan sendirinya jika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah PON mendatang.

Minggu, 11 November 2012

Profil Ketua MK, Mahfud MD

A
NamaMoh. Mahfud MD
AlamatJl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta Pusat
Tempat/Tanggal LahirSampang, Madura / 13 Mei 1957
AgamaIslam
JabatanKetua Mahkamah Konstitusi RI
Pendidikan1. Madrasah Ibtida'iyah di Pondok Pesantren al Mardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura.
2. SD Negeri Waru Pamekasan, Madura.
3. Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), SLTP.
4 Tahun, Pamekasan Madura 4. Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN), SLTA 3 Tahun,
   Yogyakarta.
5. S1 Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Tata Negara, Universitas Islam Indonesia (UII),
    Yogyakarta.
6. S1 Fakultas Sastra dan Kebudayaan (Sasdaya) Jurusan Sastra Arab, Universitas
    Gajah Mada, Yogyakarta.
7. Program Pasca Sarjana S2, Ilmu Politik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
8. Program Doktoral S3, Ilmu Hukum Tata Negara, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
KarirH Moh Mahfud MD lebih dikenal sebagai staf pengajar dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sejak tahun 1984. Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi Prof Mahfud MD pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (2000-2001), Menteri Kehakiman dan HAM (2001), Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (2002-2005), Rektor Universitas Islam Kadiri (2003-2006), Anggota DPR-RI, duduk Komisi III (2004-2006), Anggota DPR-RI, duduk Komisi I (2006-2007), Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2007-2008), Wakil Ketua Badan Legislatif DPR-RI (2007-2008), Anggota Tim Konsultan Ahli Pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM Republik Indonesia. Selain itu, beliau juga masih aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia (UII), UGM, UNS, UI, Unsoed, dan lebih dari 10 Universitas lainnya pada program Pasca Sarjana S2 & S3. Mata kuliah yang diajarkan adalah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, Negara Hukum dan Demokrasi serta pembimbing penulisan tesis dan desertasi.
OrganisasiMahkamah Konstitusi RI




Salah satu hal yang mendorong mantan anggota DPR ini menjadi hakim konstitusi adalah panggilan hatinya sebagai ahli hukum tata negara. Selain itu juga karena ia tertarik dengan perkembangan MK. Di luar faktor itu, Mahfud juga mengaku diajak oleh Jimly Asshiddiqie untuk berjuang di MK dalam rangka membangun Indonesia dengan konstitusi yang benar. Keduanya sering bertemu karena posisinya yang sama-sama sebagai ketua asosiasi hukum tata negara.   
Dalam pandangan Mahfud, sebagai lembaga Negara, MK tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Bukan karena ia sedang memimpin lembaga penafsir konstitusi tersebut, tetapi lebih disebabkan lembaga ini sama sekali belum pernah tersentuh alias steril dari sandungan kasus hukum. Dia menyebut ada tiga lembaga Negara yang menurutnya bagus dan bersih yaitu, MK, KY, dan KPK. Tetapi sebagus-bagus KY dan KPK, MK-lah yang dinilainya paling bersih dari noda, sebab KY dan KPK pernah kecolongan dengan tingkah pelanggaran hukum oleh oknumnya yang sedikit banyak mencederai kredibilitas dua lembaga negara tersebut.
Mengenai tergetnya sebagai hakim konstitusi ia justru menuturkan tidak punya target apa-apa. Ia akan bekerja mengalir saja sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Sebab baginya jabatan hakim konstitusi berbeda dengan jabatan di birokrasi lain seperti menteri atau lainnya. Kalau posisi menteri memang harus kreatif dan mendinamisir banyak program, sementara hakim konstitusi sebaliknya, tidak boleh banyak program. Kalau hakim konstitusi banyak program justru akan berpotensi melanggar kewenangannya