Tampilkan postingan dengan label Bulutangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulutangkis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2015

Indonesia Gagal ke Final


INFO TABAGSEL.com-Indonesia Gagal ke Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Beregu Campuran Piala Sudirman 2015 setelah dikalahkan Tiongkok 3-1 di babak semifinal di Dongguan, Sabtu (16/5).Indonesia unggul 1-0 terlebih dahulu setelah Pemain ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan pasangan Cai Yun/Fu Haifeng dengan skor 21-16, 21-17. Tiongkok menyamakan kedudukan 1-1 setelah tunggal putri Indonesia Bellaetrix Manuputty mundur dari pertandingan semifinal Piala Sudirman 2015 karena cedera.

Di Partai ketiga, Jonatan Christie tidak mampu menghadang tunggal putra terbaik tuan rumah Tiongkok Chen Long dengan kekalahan game langsung 10-21, 15-21.Kedudukan menjadi 3-1 setelah Ganda putri Indonesia Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii kalah dari pemain tuan rumah Tang Yuanting/Yu Yang 21-17,17-21,15-21.


Berikut hasil akhir Tiongkok vs Indonesia.
Ganda Putra: Cai Yun/Fu Haifeng vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (16-21, 17-21)
Tunggal Putri: Li Xuerui vs Bellaetrix Manuputty (3-5ret)
Tunggal Putra: Chen Long vs Jonatan Christie (21-10, 21-15)
Ganda Putra: Tang Yuanting/Yu Yang vs Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (17-21, 21-17, 21-15)

Indonesia sementara unggul 1-0 atas Tiongkok



INFO TABAGSEL.com-Indonesia sementara unggul 1-0 dari Tiongkok ketika pemain ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan pasangan Cai Yun/Fu Haifeng dengan skor 21-16, 21-17 dalam pertandingan semifinal Piala Sudirman 2015 di Dongguan, Sabtu (16/5).


 Sementara di kelompok tunggal putri, pemain Indonesia Bellaetrix Manuputty sedang melawan pemain nomor 1 dunia, Li Xuerui dari Tiongkok .

LIVE SKORE 

Susunan pemain semifinal Piala Sudirman 2015


INFO TABAGSEL.com-Berikut susunan pemain pertandingan semifinal kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman 2015 di Dongguan, Tiongkok, Sabtu.

Tiongkok melawan Indonesia

Ganda putra:


Cai Yun China/Fu Haifeng vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Tunggal putri:

Li Xuerui vs Bellaetrix Manuputty

Tunggal putra:

Chen Long vs Christie Jonatan

Ganda putri:

Tang Yuanting/Yu Yang vs Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii

Ganda campuran:

Zhang Nan/Zhao Yunlei vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir


Korsel melawan Jepang:

Ganda putra:


Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong vs Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata

Tunggal putri:

Sung Ji Hyun vs Nozomi Okuhara

Tunggal putra:

Son Wan Ho vs Kento Momota

Ganda putri:

Chang Ye Na/Jung Kyung Eun vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi

Ganda campuran:

Kim Ha Na/Ko Sung Hyun vs Kenta Kazuno/Ayane Kurihara.

Jumat, 15 Mei 2015

Piala Sudirman,Kalahkan Taiwan 3-1, Indonesia Ke Semifinal


INFO TABAGSEL.com-Tim Indonesia dipastikan melangkah ke babak semifinal setelah unggul dengan skor 3-1 atas Taiwan di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Beregu Campuran Piala Sudirman 2015. 

Dalam pertandingan yang berlangsung di Dongfen Nissan Sport Center, Dongguan, Tiongkok, Jumat (15/5/2015) siang ini ,yang turun di partai keempat ganda putri Nithya Krishinda/Gresya Polii menjadi penentu kemenangan tim Indonesia 3-1, setelah mengalahkan pasangan Taiwan Hseih Pei Chen/Wu Ti Jung dua game 21-14 dan 21-9.


Sebelumnya, Indonesia merebut dua poin melalui ganda putra pasangan Muhamad Aksan/Hendra Setiawan, yang mengalahkan ganda putra Taiwan pasangan Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin dua game langsung 21-17 dan 21-18.
Sedangkan pemain muda Jonanthan Christie - peringkat 63 dunia yang tampil di partai ketiga, secara meyakinkan mengalahkan berperingkat 26 dunia Taiwan, Hse Jen Hao, dalam permainan tiga game 21-12, 13-21 dan 21-16.  

Karena sudah unggul 3-1, maka di partai kelima ganda campuran antara Tantowi Achmad/Liliyana Natsir menghadapi pasangan Chen Hsiao Hian/Wang Chi Lin tidak dimainkan.  

Dengan demikian, di babak semifinal yang akan berlangsung, Sabtu (16/5/2015) besok tim Indonesia akan menghadapi tuan rumah Tiongkok yang sebelumnya telah lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Jerman 5-0.

Kamis, 14 Mei 2015

Menpora Beri Dukungan Langsung Ke Dongguan

Menpora Imam Nahrawi (tengah) merangkul Wakil Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto (kiri) dan Manajer Tim Piala Sudirman 2015 Rexy Mainaky (kanan) seusai menyaksikan Tim Piala Sudirman Indonesia mengalahkan tim Denmark di Dongguan Badminton Center, Rabu (13/5). TimIndonesia berhasil melangkah ke babak perempat final dan kanbertemu tim Taiwan pada Jumat (15/5). ANTARA FOTO/Saptono


INFO TABAGSEL.com-Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berikan dukungan langsung kepada tim Indonesia yang sedang berjuang di Piala Sudirman 2015. Imam Nahrawi tampak hadir menyaksikan perjuangan para atlet Indonesia untuk merebut kemenangan atas Denmark dan menjadi juara grup C, di Dongfeng Nissan Sport Center, Dongguan, Rabu (13/5).

“Selamat berjuang kepada para pemain, semoga kalian bisa membawa pulang Piala Sudirman. Doa masyarakat Indonesia menyertai kalian dan Presiden Jokowi juga menyampaikan salam kepada kalian semua. Selamat berjuang tim Indonesia,” kata Imam Nahrawi.

Usai menonton pertandingan Imam Nahrawi dan rombongannya juga bertemu langsung dengan para atlet dan ofisial untuk memberikan dukungan. Perhatian Imam Nahrawi disambut baik oleh Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Indonesia.

“Dukungan langsung dari Menpora ini merupakan suatu hal yang positif dan memberikan tambahan semangat bagi tim Indonesia,” kata Budiharto.

Indonesia sukses menjadi juara grup usai menang 3-2 dari Denmark. Selanjutnya di perempat final, Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan, Jumat (15/5). Bersama Indonesia, di paruh undian atas ada Tiongkok yang akan berhadapan dengan Jerman. Sementara di paruh undian bawah ada Malaysia yang berhadapan dengan Korea dan Denmark yang bertemu Jepang.

Piala Sudirman 2015:Indonesia Jadi Juara Grup


INFO TABAGSEL.com-Kemenangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari pastikan Indonesia menjadi juara grup C Piala Sudirman 2015. Indonesia unggul 3-1 atas Denmark. Setelah ini Praveen Jordan/Debby Susanto masih akan memainkan partai terakhir.

Greysia/Nitya sumbang poin setelah mengalahkan pasangan Maiken Fruergaard/Maria Helsbol dalam waktu 36 menit dengan skor 21-16 dan 21-13.

“Puji Tuhan kami bisa main dengan baik dan menyumbangkan poin untuk Indonesia lagi, dan memastikan kemenangan. Tapi yang pasti dalam keadaan poin berapa pun kami sudah bertekad untuk terus menyumbangkan poin bagi Indonesia,” kata Greysia usai pertandingan.

“Setelah ini lawan masih akan diundi lagi, kalau boleh memilih mungkin akan lebih menguntungkan jika bertemu Jerman atau Denmark. Tapi apapun itu, siapapun lawannya nanti kami siap untuk bertanding,” kata Nitya.

“Kami meminta doanya aja, karena jika sudah masalah undian ini ya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tangan Tuhan yang menentukan. Kami minta doanya, siapapun yang akan menjadi lawan Indonesia berikutnya, mudah-mudahan yang terbaik untuk Piala Sudirman kali ini,” ungkap Greysia.

Sebelumnya Firman Abdul Kholik tak berhasil mengatasi pemain ranking tiga dunia, Jan O Jorgensen. Firman kalah straight game dengan 8-21 dan 10-21.

Berikut hasil sementara Indonesia vs Denmark (3-1):

- Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen: 21-23, 21-16 dan 21-12

- Bellaetrix Manuputty vs Line Kjaersfeldt: 21-15 dan 21-18

- Firman Abdul Kholik vs Jan O Jorgensen: 8-21 dan 10-21

- Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari vs Maiken Fruergaard/Maria Helsbol: 21-16 dan 21-13

- Praveen Jordan/Debby Susanto vs Mads Pieler Kolding/Sara Thygesen

Minggu, 26 April 2015

Ahsan/Hendra Lolos Ke Final



INFO TABAGSEL.com-Satu lagi wakil Indonesia yang lolos ke final Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 2015. Setelah sebelumnya ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, kini giliran pasangan ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang memastikan diri ke final. Hendra/Ahsan melaju usai mengalahkan Cai Yun/Lu Kai, Tiongkok, rubber game dengan skor 21-12, 18-21 dan 21-16.


Hendra/Ahsan sebelumnya sudah dua kali berhadapan dengan Cai/Lu. Di Yonex Denmark Open 2014 dan Maybank Malaysia Open 2015, Hendra/Ahsan berhasil memetik kemenangan dua game langsung. Namun meski selalu menang straight game, perolehan angka keduanya kerap ketat dan beberapa kali terlibat setting.


“Mereka memang nggak gampang mati, selain itu di sini bolanya juga berat, mungkin juga kami lebih lambat gerakannya hari ini. Jadi banyak bola-bola yang naik. Tapi dari awal kami sudah memperkirakan nggak akan gampang lawan mereka, siap capek di lapangan,” kata Hendra usai pertandingan.


“Keunggulan mereka ya, mereka memang kuat. Pemain Tiongkok kan terkenal kuat powernya, pertahanannya juga kuat. Lawan mereka memang nggak akan gampang,” tambah Ahsan.


Di babak final, Hendra/Ahsan akan bertemu rival kuatnya, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, Korea. Keduanya bertemu terakhir di final Maybank Malaysia Open 2015 lalu. Hendra/Ahsan saat itu menang rubber game dan mengantarkan dirinya sebagai kampiun.


“Untuk besok kami harus lebih siap lagi. Mereka juga pasti mau balas kekalahan terakhir kemarin di Malaysia. Tapi di sisi lain, kami juga mau memperkecil skor pertemuan,” ujar Hendra.


Hendra/Ahsan dan Lee/Yoo sudah delapan kali berhadapan. Skor pertemuan mereka sejauh ini masih dipegang Lee/Yoo 5-3.


“Main besok pasti sama dengan hari ini. Sama kuat. Jadi siap aja buat besok, siap capek dan lebih sabar. Mereka defendnya juga kan bagus,” kata Ahsan menambahkan.
Hasil pertandingan semifinal Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 2015 selengkapnya bisa diakses di sini.

Sabtu, 25 April 2015

Hempaskan Pasangan Tiongkok,Tontowi/Liliyana ke Final



INFO TABAGSEL.com-Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses mementahkan perlawanan pasangan Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin di semifinal Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 2015. Ganda campuran andalan Indonesia tersebut membutuhkan waktu selama 42 menit untuk akhirnya menang 21-12 dan 21-15. Main tenang dikatakan Tontowi/Liliyana menjadi kunci kemenangan mereka kali ini.

“Kami main lebih tenang hari ini, nggak kaya biasanya. Walaupun sudah leading dan sempat kesusul, kami bisa menguasai keadaan dengan tetap tenang, tidak terburu-buru. Kami fokus terus di tiap poin, tenang aja buat jaga poin,” kata Liliyana usai pertandingannya di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, Tiongkok, Sabtu (25/4).


“Kunci kemenangan hari ini kami main tenang tapi tetap agresif,” pungkas Tontowi.


Bermain di kandang sendiri rupanya tak berhasil memberi keunggulan bagi Xu/Ma. Perlahan tapi pasti, Tontowi/Liliyana memastikan langkah mereka ke partai puncak turnamen se-Asia ini.


“Kami senang bisa menang hari ini. Tapi kembali fokus untuk besok. Posisi serangan kami tadi banyak yang ke arah Xu Chen karena memang bolanya mengarah kesana. Dia juga banyak pontang-panting, makanya bola banyak dikasih ke dia,” tambah Liliyana.


Ini menjadi pertemuan kedelapan belas kalinya bagi Tontowi/Liliyana dan Xu/Ma. Kedudukan head to head saat ini masih diungguli Xu/Ma dengan 10-7. Mereka terakhir berhadapan di Yonex French Open tahun 2014 lalu, dengan kemenangan Tontowi/Liliyana, 21-17 dan 21-16.


Di babak final, Tontowi/Liliyana sudah ditunggu oleh pasangan Hong Kong, Chun Hei Reginald Lee/Hoi Wah Chau. Mereka pernah bertemu dua kali di BWF World Championships 2013 dan OUE Singapore Open 2015 lalu. Dimana dua pertemuan tersebut selalu dimenangkan Tontowi/Liliyana.


“Terakhir kami ketemu di Singapura dan menang. Game pertama bisa menang mudah, tapi game kedua juga sempat ramai. Walaupun head to head kami unggul, tapi kami mau anggap aja nol-nol, belum pernah ketemu. Apalagi ini kan babak final,” kata Liliyana.


“Untuk besok yang penting antisipasi saja. Kalau besok bisa main maksimal dan tenang, insya Allah bisa menang,” ujar Tontowi mantap.
Hasil pertandingan semifinal Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 2015 selengkapnya bisa diakses di sini.

Senin, 09 Maret 2015

Tontowi/Liliyana Jadi Runner Up Di All England


INFO TABAGSEL.com-Langkah terbaik Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya terhenti di posisi runner up Yonex All England Open 2015, Minggu (8/3). Tak sesuai dengan target untuk menjadi juara, Tontowi/Liliyana mengaku banyak mengambil pelajaran dari pertandingan hari ini.
Peak performance kami sepertinya di semifinal kemarin. Hari ini selain lawan yang main lebih siap, kami juga banyak terbawa permainan mereka. Kami juga banyak tertekan dan melakukan kesalahan sendiri. Ini menjadi pelajaran bagi kami,” kata Liliyana usai pertandingan di Barclaycard Arena, Birmingham.
Berhadapan dengan ganda Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, Tontowi/Liliyana kalah straight game dengan skor 10-21 dan 10-21.
Game pertama, Tontowi/Liliyana langsung tertinggal 1-7. Kerap mendapat tekanan dari lawan, Tontowi/Liliyana pun beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. Hal tersebut berlangsung hingga interval pertama, 5-11 untuk Zhang/Zhao.

Tontowi/Liliyana seolah tak mampu keluar dari tekanan lawan. Keduanya tertinggal 18-9, sebelum akhirnya kalah 10-21 di game pertama.

"Di game pertama kami banyak melakukan kesalahan. Terlalu mudah bagi lawan untuk memperoleh poin. Jadi mereka juga seperti di atas angin terus. Mereka hari ini main lebih rapi. Sementara kami terlalu terburu-buru, padahal harusnya kami lebih tenang, karena kami sudah tiga kali juara,” kata Liliyana lagi.
“Saya pribadi main hari ini banyak tertekan, permainan saya tidak keluar secara maksimal, banyak eror sendiri. Kami banyak ambil pelajaran dari pertandingan hari ini, harus evaluasi lagi kedepannya,” tambah Tontowi.

Di game kedua Tontowi/Liliyana pun kerap tertinggal, 3-5, 15-7 dan 17-9. Skor 10-21 akhir memupuskan harapan Tontowi/Liliyana untuk kembali menjadi juara.
Tontowi/Liliyana sendiri memiliki catatan yang baik di Yonex All England Open sebelumnya. Pasangan nomor tiga dunia ini sukses mencetak hattrick usai menang pada tahun 2012, 2013 dan 2014.
“Kami tidak puas dengan hasil ini. Tapi kami sudah berusaha di lapangan. Mereka tampil lebih baik, kami harus mengakui itu. Kami banyak mengambil pelajaran dari game hari ini. Kedepannya banyak yang menjadi target kami,” ungkap Liliyana.
Hasil babak final Yonex All England Open 2015 selengkapnya, bisa diakses di sini.

Sabtu, 07 Maret 2015

All England 2015 :Tontowi/Liliyana Ke Final


INFO TABAGSEL.com-Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memastikan diri ke  final   Yonex All England Open 2015.Pasangan ganda campuran Indonesia itu ke  final setelah mengalahkan   pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 21-17,21-11 di Lapangan di Barclaycard Arena, Birmingham , Inggris Sabtu malam (7/03).Keduanya tampil percaya diri dan bermain bagus sejak awal pertandingan.

Pada game pertama Tontowi/Liliyana sempat mendapat perlawanan cukup alot dari Nielsen/Pedersen. Namun, selepas berimbang dalam kedudukan 8-8, Tontowi/Liliyana terus menambah angka tanpa lagi bisa diredam lawannya untuk merebut game tersebut.

Tontowi/Liliyana mengawali game kedua dengan langsung memimpin 4-0. Nielsen/Pedersen sempat menyamakan skor pada kedudukan 6-6 dan 7-7, tapi kemudian Tontowi/Liliyana terus melaju untuk memastikan kemenangan.

Hasil tersebut bukan cuma membuat Indonesia berhasil memastikan satu wakil di babak final, melainkan juga membuat Tontowi/Liliyana memiliki peluang untuk kembali menjuarai nomor ganda campuran All England setelah menjadi kampiun selama tiga tahun terakhir.

Pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei yang lolos ke partai puncak usai menyingkirkan pasangan Indonesia lainnya, Praveen Jordan/Debby Susanto, akan menjadi hadangan terakhir yang mesti diatasi Tontowi/Liliyana untuk kembali bisa jadi juara.


Sebelumnya di perempat final Tontowi/Liliyana mengalahkan ganda tuan rumah, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, 21-14, 18-21 dan 21-19. Unggul 3-1 dalam rekor pertemuan, menjadi bekal bagi Tontowi/Liliyana. 

All England 2015 :Tontowi/Liliyana Ke Semifinal


INFO TABAGSEL.com-Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memastikan tiket semifinal kedua bagi Indonesia di Yonex All England Open 2015. Sebelumnya, Praveen Jordan/Debby Susanto, telah lebih dulu melenggang ke posisi empat besar. Tembus semifinal, Tontowi/Liliyana ditunggu pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Rekor pertemuan Tontowi/Liliyana dan Joachim/Christinna sendiri saat ini 2-5, untuk keunggulan Joachim/Christinna. Di dua pertemuan terakhir, Tontowi/Liliyana kalah straight game.

“Lawan Denmark besok, kami kan levelnya sama. Yang pasti besok kami tidak boleh lengah lagi, lebih siap dan lebih fokus lagi. Kalau masalah permainan sih, kurang lebih sama,” kata Tontowi.

“Terutama di mental, kami besok harus lebih bagus lagi agar bisa unggul,” kata Liliyana mengenai persiapannya.

Sebelumnya di perempat final Tontowi/Liliyana mengalahkan ganda tuan rumah, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, 21-14, 18-21 dan 21-19. Unggul 3-1 dalam rekor pertemuan, menjadi bekal bagi Tontowi/Liliyana. Keduanya tampil percaya diri dan bermain bagus sejak awal pertandingan.

“Dari pertemuan terakhir permainan lawan tidak ada yang berubah. Cuma mungkin motivasi mereka hari ini lebih besar, karena tuan rumah. Dari kaminya juga harusnya bisa lebih fokus. Supaya bisa menang seperti di game pertama,” kata Liliyana.

“Di game pertama kami sudah enak mainnya. Tapi di game kedua kami mulai kendor mainnya. Kerasa di lapangan, suka hilang fokus. Padahal sebenarnya untuk turnamen sekelas All England kami seharusnya nggak boleh lengah. Di game ketiga juga kami sulit buat bangkit. Tapi untungnya di poin-poin terakhir kami bisa keluar dari tekanan,” kata Liliyana lagi.

Indonesia mengirimkan dua wakil ke semifinal Yonex All England Open 2015, melalui nomor ganda campuran. Sayang dua wakil Indonesia lainnya tak mampu mengikuti jejak Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby.

Pasangan ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kalah dari pasangan Tiongkok, Tang Jinhua/Zhong Qianxin, melalui tiga game 19-21, 21-13 dan 11-21. Sementara ganda putra yang bertanding di perempat final juga tak berhasil menang. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kalah dari pasangan Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, 11-21, 21-10 dan 13-21.

Hasil pertandingan perempat final, Jumat (6/3) Yonex All England 2015 selengkapnya bisa diakses

Jumat, 06 Maret 2015

Tontowi/Liliyana melangkah perempat final All England 2015

INFO TABAGSEL.com-Ganda campuran Indonesia unggulan keempat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melangkah ke putaran perempat final turnamen Yonex All England Open 2015 setelah menyingkirkan pasangan Korea Selatan, Kamis.

Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu tanpa kesulitan mampu menaklukkan pasangan Sol Kyu Choi/Yoo Jung Chae dengan skor 21-12, 21-7 hanya dalam 27 menit di Barclaycard Arena Birmingham Inggris.

"Kami tidak mau menganggap remeh lawan meski mereka berada pada peringkat di bawah kami. Kami sudah fokus pada awal permainan dan tidak memberi kesempatan mereka untuk berkembang," kata Butet setelah pertandingan seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Inggris.

Pada game pertama, perolehan skor Owi/Butet melesat jauh dari Kyu Choi/Jung Chae dengan selisih 6-0, 6-1, 12-1, 16-6, hingga 21-12.

Dominasi Owi/Butet masih berlanjut pada game kedua dengan selisih skor 4-0, 4-1, 10-1, 12-5, 12-7, hingga 21-7.

Pada putaran perempat final, Owi/Butet akan menghadapi pasangan campuran Chris Adcock/Gabrielle Adcock yang sebelumnya mengalahkan pasangan Indonesia lainnya Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii dengan skor 21-12, 21-18.

"Kami lebih banyak menang dari Chris/Gabrielle dalam catatan pertemuan kami sebelumnya. Tapi, kami tidak ingin lengah karena apapun bisa terjadi, apalagi mereka adalah pasangan tuan rumah," kata Butet.

Sebagai pasangan unggulan yang ditargetkan meraih gelar dalam turnamen tingkat Super Series Premier berhadiah total 500 ribu dolar AS itu, Owi/Butet mengatakan tidak ingin terbebani target, terutama setelah kekalahan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam putaran kedua.

"Manusia pasti ada sedikit perasaan beban. Tapi, kami tidak mau memikirkannya. Kami hanya ingin fokus bermain. Pertandingan menuju final masih panjang," kata Butet.

Pasangan ganda campuran Indonesia lainnya yang juga melangkah ke putaran perempat final adalah Praveen Jordan/Debby Susanto yang sukses menyingkirkan ganda Hongkong Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet dengan skor 15-21, 21-16, 21-15 selama 54 menit.

Praveen/Debby akan memperebutkan tempat di semifinal dengan pasangan Denmark Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl yang menyisihkan duo Jepang Kenichi Hayakawa/Misaki Matsumoto 21-17, 21-11.

Minggu, 23 November 2014

Hendra/Ahsan Juara Hong Kong Terbuka

o

INFO TABAGSEL.com-Ganda putra pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil keluar sebagai juara pada turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Hong Kong Open setelah pada babak final mengalahkan pasangan Tiongkok Liu Xiaolong/Qiu Zihan.

Berdasarkan laman tournamentsoftware yang dikutip di Semarang, Jateng, Minggu, Hendra/Ahsan yang menempati unggulan kedua memerlukan waktu satu 61 menit untuk mengalahkan pasangan Tiongkok yang menempati unggulan keenam dengan rubber game 21-16,17-21,21-15.

Tiongkok sendiri merebut dua gelar juara pada kejuaraan bulu tangkis berhadiah total 350 ribu dolar Amerika Serikat melalui nomor ganda putri atas nama pasangan Tian Qing/Zhao Yunlei yang menempati ungulan kedua setelah mengalahkan unggulan pertama dari Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan dua game langsung 21-13,21-13 dalam waktu 53 menit.

Kemudian dari nomor ganda campuran setelah unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei mengalahkan unggulan kedua yang juga rekan senegaranya Xu Chen/Ma Jin dengan 21-14,21-19 dalam waktu 42 menit.

Pada nomor tunggal putra, gelar juara direbut pemain Korea Selatan Son Wan Ho. Pemain Korea yang menempati unggulan keenam ini menjadi yang terbaik setelah mengalahkan pemain Tiongkok Chen Long yang meempati unggulan pertama dengan dua game langsung 21-19,21-16 dalam waktu 57 menit.

Kemudian pada nomor tunggal putri, gelar juara direbut pemain Taiwan Tai Tzu Ying. Pemain yang menempati unggulan keenam ini menjadi juara setelah mengalahkan pemain Jepang Nozomi Okuhara dengan dua game langsung 21-19,21-11 dalam waktu 47 menit.

Kamis, 06 November 2014

Lee saksikan pemeriksaan urinnya di Norwegia


INFO TABAGSEL.com-Media Malaysia Kamis melaporkan, Lee ditemani pejabat bulu tangkis Malaysia terbang ke Norwegia pekan ini dan hadir pada Rabu saat sampel urin kedua itu dibuka di sebuah laboratorium di Oslo.

Hasilnya, yang diperkirakan dapat diketahui pada Kamis ini (6/11), akan diserahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Jika hasil sampel kedua juga positif, maka pemain berusia 32 tahun itu akan dicopot medali peraknya pada kejuaraan dunia 2014, ajang tempat ia dites doping, dan terancam hukuman skorsing hingga dua tahun.

Pejabat olahraga Malaysia belum berkomentar soal ini.

Sebelumnya, pada 1 Oktober lalu pejabat olahraga di Malaysia telah mendapat informasi mengenai ada pebulu tangkis negara itu yang gagal tes doping, namun mereka belum mau mengidentifikasi namanya.

Kemudian media di Malaysia secara luas melaporkan bahwa Lee positif menggunakan dexamethasone, obat antiradang, selama kejuaraan dunia di Denmark Agustus lalu.

Lee, yang berusaha pulih dari cedera paha dengan suntikan sel Juli lalu, kalah di final dari pemain Tiongkok Chen Long.

Antara
ABAGSEL.combulu tangkis nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei telah menyaksikan penelitian atas sampel urin keduanya di Norwegia, setelah sampel pertama positif mengandung unsur terlarang.

Minggu, 31 Agustus 2014

Indonesia tanpa gelar di kejuaraan dunia bulutangkis Kopenhagen


INFO TABAGSEL.com-Kontingen Indonesia dipastikan tanpa mendapatkan gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014 di Kopenhagen, Denmark, 25 hingga 31 Agustus setelah Tommy Sugiarto terhenti langkahnya.

Pemain tunggal putra uggulan kelima itu pada babak semifinal harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok yang juga unggulan kedua di kejuaraan tersebut, Chen Long dengan skor 16-21 dan 20-22.

"Saya menerima hasil ini. Tapi, penyesalan tentu ada. Padahal, saya punya peluang untuk ke final," kata putra Icuk Sugiarto, mantan juara dunia 1983, seperti dilansir tim media PBSI, Minggu.

Pertandingan melawan Chen Long, menurut dia, berlangsung secara ketat meski harus kehilangan momen di babak pertama. Namun, ia menimpali, di babak kedua pertandingan berlangsung ketat.

Kondisi kurang bagus dialami Tommy setelah dirinya terpeleset. Kondisi ini langsung dimanfaatkan dengan bagus oleh lawan. Meski terus memberikan perlawanan, pemain peringkat lima dunia itu harus menyerah di babak dua dengan 20-22.

"Setelah saya terpeleset, paha kanan saya terasa sakit dan ini mempengaruhi penampilan saya. Setelahnya itu, kondisi saya tidak memungkinkan untuk meng-cover satu lapangan. Padahal saya sangat berharap dapat memenangkan game kedua dan sudah usaha memperlambat tempo," kata Tommy menjelaskan.

Dengan kekalahan ini, upaya Tommy Sugiarto untuk menyamai prestasi ayahnya di tempat yang sama pupus. Icuk Sugiarto menjadi juara dunia pertama kali didapat di Kopenhagen, Denmark. Tommy hanya berhak mendapatkan medali perunggu.

Sebelumnya, kontingen Indonesia menempatkan lima wakilnya di babak perempatfinal. Namun, hanya Tommy Sugiarto yang mampu lolos ke semifinal setelah mengalahkan pemain asal Belanda, Eric Pang. Untuk pemain lainnya harus mengakui keunggulan lawannya.

Ganda putri Indonesia yang mampu bikin kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama, harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Tian Qing/Zhao Yunlei. Dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kalah dari wakil Jepang, Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda.

Kondisi sama juga terjadi di ganda putra. Pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro terhenti langkahnya dari pasangan Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang. Sedangkan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto menyerah dari pasangan tuan rumah, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Dengan hasil ini Indonesia dipastikan pulang tanpa medali. Kondisi ini berbeda dengan kejuaraan dunia 2013 dimana Indonesia mendapatkan dua gelar lewat pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad.

Kedua pasangan andalan Indonesia tidak bisa mempertahankan predikat juara setelah semuanya tidak berpartisipasi pada kejuaraan ini karena mengalami cedera menjelang keberangkatannya ke Denmark.

Minggu, 22 Juni 2014

Tunggal putra dan ganda campuran milik Denmark

INFO TABAGSEL.com-Tunggal putra Denmark Jan O Jorgensen memenangi babak final turnamen Indonesia Open 2014 setelah mengalahkan pebulu tangkis Jepang Kenichi Tago dalam dua game 21-18, 21-18 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu.

Dengan hasil tersebut, Denmark menjuarai Indonesia Open 2014 di dua nomor yakni pada tunggal putra dan ganda campuran.

Sebelumnya Joachim Fischer Nielsen/ Christinna Pedersen juga berhasil mengalahkan ganda Tiongkok Xu Chen/ Ma Jin melalui rubber games 18 - 21, 21 - 16, 21 - 14 di babak final.

Setelah menang tipis 21-18 di game pertama, Jorgensen kembali memimpin angka di game kedua 5 - 2. Tago berusaha mengumpulkan angka, tetapi Jorgensen kembali memperbesar selisih angka sehingga angka sementara 14 - 8.

Tago tampak tak bisa mengembangkan permainan dan cenderung mengikuti irama permainan lawan. Tago yang kerap melakukan kesalahan seperti gagal mengembalikan umpan dan pukulannya yang terlalu jauh sehingga bola keluar lapangan menambah angka untuk Jorgensen.

Game kedua pun ditutup dengan smash keras dari Tago yang mengenai net sehingga membuat kedudukan menjadi 21 - 18 bagi kemenangan Jorgensen.

Kemenangan Jorgensen disambut riuh tepuk tangan penonton, tetapi dia langsung duduk terdiam di pinggir lapangan. Sesaat kemudian, dia langsung berlari mengejar Tago yang sudah berkemas, merangkul Tago dan keduanya bertukar pakaian.

Jorgensen mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangannya ini. Terlebih dengan Denmark yang berhasil meloloskan dua wakilnya menjuarai final turnamen bulutangkis paling bergengsi ini.

"Saya masih tak percaya saya bisa memenangkan turnamen ini. Selama ini saya tidak pernah bisa menang sejauh ini," katanya usai pertandingan.

Sementara Tago menyatakan kekecewaannya atas kekalahannya ini. "Saya sedih, cukup kecewa," kata Tago.

Menanggapi kekalahannya atas Jorgensen yang diatas kertas berada di bawah Lee Chong Wei yang merupakan peringkat 1 dunia yang berhasil Tago kalahkan pada semifinal, menurut dia, stamina yang dimiliki Jorgensen lebih baik dari dirinya.

"Saya melihat bukan masalah peringkat siapa yang lebih tinggi. Tapi memang pemain Eropa, kondisi staminanya lebih bagus dan tahan lama," katanya.

Kemenangan Denmark di nomor tunggal putra dan ganda campuran dalam turnamen Indonesia Terbuka 2014 merupakan kali pertama Denmark menang di dua nomor sekaligus sepanjang Kejuaraan Indonesia Terbuka 1982 hingga 2014.

Berikut merupakan catatan kemenangan Denmark di Indonesia Terbuka sejak 1982 - 2014 yakni 1991 menang di ganda campuran, 1999 di ganda putri dan 2000 di tunggal putri, 2014 di tunggal putra dan ganda campuran.

Sementara daftar juara BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014:

1. Tunggal Putri : Li Xuerui (Tiongkok)

2. Tunggal Putra : Jan O Jorgensen (Denmark)

3. Ganda Putra : Lee Yong Dae/Yoon Yeon Seong (Korea Selatan

4. Ganda Putri : Tian Qing/Zhao Yunlei (Tiongkok)

5. Ganda Campuran :Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark).

Hendra/Ahsan Belum Berhasil Pertahankan Gelar Juara

 
INFO TABAGSEL.com-Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan belum berhasil mempertahankan gelar juara di ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014. Unggulan pertama ini dikalahkan musuh bebuyutan mereka, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea), 15-21, 17-21.
 
Tentunya kekecewaan menyelimuti publik Istora, mengingat Hendra/Ahsan adalah satu-satunya harapan tuan rumah untuk meraih gelar juara setelah pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang juga jadi andalan, terhenti di semifinal.
 
“Kami memang bermain kurang maksimal dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Defense kami juga kurang dan banyak diserang oleh lawan. Sebaliknya, pertahanan mereka sangat rapat dan sulit ditembus,” jelas Hendra.
 
“Kondisi fisik saya memang kurang bagus hari ini, stamina saya juga terkuras. Kalau fit saja susah mengalahkan Lee/Yoo, apalagi dengan keadaan seperti ini. Kalau dibilang soal mentok terus lawan Lee/Yoo, kami juga bingung, maunya sih nggak mentok ya,” ucap Ahsan yang tampak kecewa.
 
Sementara itu, Lee/Yoo tak dapat menyembunyikan kegembiraannya usai naik podium juara di turnamen bintang lima ini. Apalagi minggu lalu, keduanya juga baru menjuarai ajang Japan Open Super Series 2014. Khusus buat Yong Dae, ini adalah gelar ketiganya di turnamen Indonesia Open, pada tahun 2009 dan 2012 ia juga menjadi juara bersama Chung Jae Sung.
 
“Saya senang sekali bisa menjadi juara lagi di Indonesia Open, kali ini bersama pasangan baru, kedepannya kami berharap tampil lebih bagus lagi. Kami ingin memperbaiki rangking kami dengan mengikuti beberapa turnamen, setelah ini kami langsung mengikuti Australia Open Super Series 2014,” ujar Yong Dae.
 
Dengan hasil ini, maka Indonesia belum berhasil memenuhi target dua gelar juara dari nomor ganda campuran dan ganda putra. Tahun lalu, Indonesia dapat satu gelar dari Hendra/Ahsan.
 
“Kita semua harus menerima hasil di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014 ini. Rehabilitasi yang kita sikapi memang jangka menengah dan panjang. Tetap sabar, tegar dan konsisten kedepan. Tentunya kami harus lebih kerja keras lagi,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI.
 
Berikut hasil lengkap babak final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014 :
 
Tunggal Putra
Jan O Jorgensen (3/DEN) vs Kenichi Tago (4/JPN) 21-18, 21-18
 
Tunggal Putri
Li Xuerui (1/CHN) vs Ratchanok Intanon (4/THA) 21-13, 21-13
 
Ganda Putra
Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (6/KOR) vs Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (1/INA) 21-15, 21-17
 
Ganda Putri
Tian Qing/Zhao Yunlei (8/CHN) vs Ma Jin/Tang Yuanting (CHN) Mundur
 
Ganda Campuran
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (4/DEN) vs Xu Chen/Ma Jin (CHN) 18-21, 21-16, 21-14
 

Daftar Juara Indonesia Open 2014


INFO TABAGSEL.com-Turnamen BCA Indonesia Open Super Series 2014 telah usai. Empat juara baru telah lahir dalam turnamen ini. Satu-satunya yang dapat mempertahankan gelar juaranya adalah pemain tunggal putri dari Cina, Li Xuerui.Berikut daftar Juara selengkapnya:

Tunggal Putra: Jan O Jorgensen (Denmark)
Tunggal Putri: Li Xuerui (Cina)
Ganda Putra: Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea Selatan)
Ganda Putri: Tian Qing/Zhao Yunlei (Korea Selatan)
Ganda Campuran: Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen

Sabtu, 21 Juni 2014

Hendra/Ahsan Melaju ke Final Indonesia Open

 
INFO TABAGSEL.com-Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjaga asa tuan rumah dengan melaju ke babak final BCA Indonesia Super Series Premier 2014. Juara Dunia 2013 ini melangkah ke partai puncak dengan mengalahkan unggulan keempat, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (Korea), 17-21, 21-13, 21-10.
 
Suasana stadion Istora Senayan sempat muram ketika Hendra/Ahsan kehilangan game pertama. Maklum saja, pasangan nomor satu dunia ini memang satu-satunya harapan Merah-Putih yang tersisa di semifinal setelah kekalahan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
 
“Kami tidak memikirkan kekalahan Tontowi/Liliyana, tapi fokus pada pertandingan kami dan strategi apa yang akan kami jalankan. Kalau dipikirin pasti akan terbebani,” ungkap Ahsan.
 
Duo Kim tampak sangat percaya diri usai merebut game pertama dari Hendra/Ahsan. Peluang mereka untuk mencetak all Korean final seolah sudah di depan mata. Sebelumnya, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, juga dari Korea, sudah lebih dulu lolos.
 
Namun Hendra/Ahsan tampaknya tak membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja. Mereka pun punya keinginan besar untuk melaju ke final, untuk membuka peluang mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu, sekaligus menjaga asa tim Indonesia.
 
Dengan semangat yang membara, Hendra/Ahsan langsung bangkit dan bermain bak kesetanan, apalagi di game ketiga. Duo Kim seolah hanya melayani pukulan-pukulan Hendra/Ahsan, mereka tak dapat berbuat banyak dan terlihat pasrah. Beberapa kali smash keras Ahsan dan sabetan Hendra di depan net membelah pertahanan mereka.
 
Sorak sorai penonton semakin tak terbendung saat Ahsan menghujankan smash keras di depan net dan meraih poin kemenangan. Stadion Istora Senanyan seolah ikut berbahagia atas kemenangan pasangan rangking satu dunia ini.
 
“Di game pertama kami kalah angin, jadi saat keadaan tertekan, pengembalian kami kalah kuat. Di game kedua kami terus bermain menyerang, kami menekan lawan sehingga dapat kesempatan untuk melancarkan smash,” tutur Hendra.
 
“Pada game kedua, kami memang terus menyerang lawan, supaya mereka tidak keenakan bermain bertahan seperti game pertama, dan mereka pun jadi panik sendiri,” tambah Ahsan.
 
“Selamat kepada Hendra/Ahsan yang berhasil lolos ke babak final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014. Semoga bisa mengulangi sukses tahun lalu dengan mempertahankan gelar juara di negeri sendiri. Buat Tontowi/Liliyana, jangan putus asa, latihan lebih giat dan balas di pertandingan selanjutnya,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI.
 
Laga final akan kembali mempertemukan Hendra/Ahsan dengan Lee/Yoo yang merupakan musuh bebuyutan. Pertemuan ini merupakan pertemuan keenam, dimana Lee/Yoo unggul dengan kedudukan 4-1. Partai final akan berlangsung Minggu (22/6) di stadion Istora Senanyan.

Minggu, 15 Juni 2014

Hendra-Ahsan gagal juara di Jepang Terbuka

INFO TABAGSEL.com-Ganda putra pasangan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan gagal menjadi juara pada turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2014 setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan Lee Yong Dae-Yoo Yeon Seong pada partai final, Minggu.

Berdasarkan laman tournamentsoftware.com yang dikutip di Semarang, Minggu, menyebutkan, Hendra-Ahsan yang diunggulkan di tempat pertama kalah dari pasangan Korea yang diunggulkan di tempat kelima dengan dua game langsung 12-21, 24-26 dalam waktu 46 menit.

Dengan kekalahan ini rekor pertemuan kedua pasangan tersebut berubah menjadi 1-4 untuk keunggulan pasangan Korea Selatan tersebut. Satu-satunya kemenangan Hendra-Ahsan yang kini menempati peringkat pertama dunia tersebut terjadi pada perebutan Piala Thomas 2014 di India beberapa waktu lalu.

Di samping itu dengan kekalahan ini maka pasangan Hendra-Ahsan gagal mengulang sukses atau mempertahankan gelar di Jepang Terbuka 2013.

Pada nomor ganda putri, pasangan tuan rumah Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan rekan senegaranya dalam All Japan Final. Mereka mengalahkan  Reika Kakiwa-Miyuki Maeda (unggulan keempat) dalam dua game langsung 21-13, 21-17 dalam waktu 49 menit.

Pada nomor tunggal putra, pemain rangking satu dunia dari Malaysia Lee Chong Wei yang menempati unggulan pertama pada kejuaraan bulu tangkis berhadiah total 250 ribu dolar Amerika Serikat tersebut menjadi juara setelah mengalahkan unggulan kedelapan dari Hong Kong Hu Yun 21-14 dan 21-12 dalam waktu 34 menit.

Kemudian pada nomor tunggal putri, unggulan pertama dari Tiongko Li Xuerui meraih mahkota juara setelah mengalahkan pemain Taiwan Tai Tzu Ying yang menempati unggulan keenam 21-16,21-16.

Sementara juara ganda campuran diraih pasangan unggulan pertama asal Tiongkok Zhang Nan-Zhao Yunlei dengang mengalahkan unggulan kedelapan dari Jerman Michael Fuchs-Birgit Michels. 21-12, 21-16.