DAFTAR BERITA

Senin, 29 Juli 2013

Sumur Bor Hotel Mega Permata Diduga Keringkan Air Sumur di Padangsidimpuan




INFO TABASEL.com-Hotel Mega Permata yang berdiri megah di Jalan imam Bonjol Keluruhan wek 5,Lingkungan  IX Padangsidimpuan  telah menyengsarakan warga di sekitarnya.Bagaimana tidak,Selama bulan puasa ini,sumur warga kering akibat banyaknya sumur bor hotel mewah itu.  Warga pun mengaku kesulitan untuk mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga lain.

“Saya tidak tahan dengan keringnya air sumur ini.  Setiap hari saya harus mandi malam dikarenakan tidak adanya air di siang atau sore hari. Kami menduga air sumur mengalami kekeringan karena banyaknya sumur bor milik Hotel Mega Permata yang berdiri di sana itu,” ungkap warga, Fery Harahap, Minggu (28/7).

Pantauan INFO TABAGSEL.com,sumur warga yang
mengalami kekeringan itu anta lain sumur rumah Habibullah,Amiruddin,Birong,Fery,zulfikri dan beberapa warga lain.Sumur itu tampak kering tinggal lumpur.

"Warga sekitar sini tidak bisa berbuat banyak atas kejadian ini. Sebab menurutnya, warga lingkungan IX tidak mempunyai bukti cukup untuk menanyakan kebenaran informasi sumur bor tersebut. Selain itu, warga sekitar tidak akan bisa bekerja sendirian tanpa adanya perhatian dari Pemerintah Kota Psp sendiri."Fery Harahap
 
“Karena, yang memberikan surat izin sumur bor biasanya pemerintah sendiri. Warga sekitar sini sangat membutuhkan kepedulian pemerintah. Kini warga hanya bisa mandi pada malam hari saja, diakibatkan air yang ada pada siang hari dan sore hari tidak mencukupi. Kami mohon kepada Pemko Psp agar meninjau kebenaran dari sumur bor Hotel Mega Permata yang diduga penyebab keringnya sumur warga,” terangnya.

Hal senada dikatakan Birong Nasution. Dia mengutarakan, sumur di rumahnya telah lama mengalami kekeringan. Namun sampai saat ini warga belum bisa mengetahui penyebab keringnya sumur tersebut. Ia juga menduga, penyebab keringnua sumur tersebut karena sumur bor milik hotel yang tak jauh dari pemukiman mereka itu.

“Kita berharap Pemko dapat memberikan solusi kepada warga Lingkungan IX Kelurahan Wek V yang tinggal di sekitar Hotel Mega Permata. Karena air tersebut sangat kami butuhkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Maka dari itu, Pemko harus secepatnya mengambil tindakan sebelum warga kehausan,” terangnya.

Sementara pihak Hotel Mega Permata melalui karyawan bernama Amin Lubis menjelaskan, sejauh ini Hotel Mega Permata tidak pernah memasang sumur bor. Karena Hotel Mega Permata telah memiliki dua sumur gali dan air yang datang dari PDAM tirtanadi.

“Kami tidak pernah memasang sumur bor di Hotel Mega Permata ini. Kami hanya menggunakan sumur gali dan PDAM saja. Jadi informasi yang menyatakan bahwa Hotel Mega Permata memiliki sumur bor itu tidak benar,” terangnya.

Tidak ada komentar: