Sabtu, 03 Januari 2015

Dua pencuri sepeda motor digebuki warga



INFO TABAGSEL.com-Dua pencuri sepeda motor digebuki massa di Banjar pagur Kelurahan Panyabungan III Kecamatan Panyabungan Kabupeten Mandailing Natal (Madina). Keduanya tertangkap tangan oleh warga sedang beraksi mencuri sepeda motor.

Seorang dari dua tersangka kritis dan tidak sadarkan diri yakni Sahlan Rangkuti (24) warga Desa Huta Bangun Kecamatan Panyabungan Timur . Dia obname di RSU Panyabungan sedangkan temannya Muh.Rusli Lubis alias Ucok (21), buruh muat pasir, warga Desa Darussalam Pagaran Kecamatan Panyabungan diamankan di Polsek Panyabungan berikut 1 unit sepeda motor honda mega pro tanpa nopol sebagai barang bukti.

Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf hari ini mengatakan kedua tersangka tertangkap tangan mencuri sepeda motor Mega pro milik Riski Rangkuti (21) warga Ds Ranto Natas Kec Panyabungan Timur, yang diparkir didepan rumah korban.

Saat kedua tersangka hendak membawa sepeda motor tersebut, keburu dilihat korban lalu diteriaki sehingga masyarakat menangkap kedua pelaku dan menganiaya mereka.

Tim DVI umumkan identitas dua jenazah



INFO TABAGSEL.com-Tim Identifikasi Korban Bencana DVI kembali merilis dua identitas korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yaitu satu laki-laki dan perempuan, seperti disampaikan dalam keterangan pers Sabtu (03/01) sore.

Kepala DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiono mengatakan dua jenazah dapat teridentifikasi melalui data primer dan sekunder itu yaitu jenazah dengan nomor B008 dan B003.

"B008 atas nama Themeji Theja Kusuma perempuan dari manisfesnya usia 44 tahun, B003 teridentifikasi atas nama Hendra Gunawan Syawal laki-laki23 tahun surabaya WNI,," jelas Budiono.

Keduanya merupakan WNI dan warga Surabaya, mereka dapat teridentifikasi melalui data ante-mortem dan post-mortem dan juga dari ciri-ciri lain yaitu pakaian dan aksesoris yang dikenakan.

Themeji dapat dikenali berdasarkan informasi dari keluarga melalui pakaian hangat berwarna merah, sementara Hendra melalui kalung yang dikenakannya serta potongan rambut yang khas.

Penyerahan jenazah akan dilakukan tertutup dari sorotan media atas permintaan keluarga.

Sebelumnya ada empat jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi tim DVI yaitu atas nama Hayati Lutfiah Hamid, Grayson Herbert Linaksita, Khairunisa Haidar Fauzi, dan Kevin Alexander Soetjipto.

Sampai Sabtu Sore sudah 30 jenazah yang diterima oleh RS Bhayangkara, 12 jenazah diantara baru tiba di Surabaya dan tengah dalam proses identifikasi.

Jenazah yang sudah dievakuasi: 17 laki-laki dan 13 perempuan


INFO TABAGSEL.com-Tim Disaster and Victim Identification (DVI) membeberkan jenis kelamin 30 korban pesawat AirAsia QZ 8501 yang sudah berhasil dievakuasi dan diterbangkan ke Surabaya.

"Dari 12 jenazah yang baru kita terbangkan ini, sembilan berjenis kelamin laki-laki dan tiga perempuan. Jadi ada 30 jenazah yang sudah dievakuasi, yaitu 17 laki-laki dan 13 perempuan. Dua di antaranya anak-anak," kata Direktur Eksekutif DVI, Komisaris Besar Anton Castilani di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Sabtu.

Tim berharap seluruh korban pesawat berpenumpang 155 orang ditambah tujuh kru pesawat yang hilang kontak terakhir di perairan Selat Karimata itu segera ditemukan sehingga memudahkan identifikasi.

Saat ini seluruh jenazah yang ditemukan sudah dalam keadaan pembusukan lanjut sehingga fisiknya sulit dikenali. Untuk itulah cara yang harus dilakukan adalah pemeriksaan ciri primer seperti tes DNA, sidik jari dan rekam gigi.

Kondisi pembusukan lanjut yang terjadi membuat tim terus berburu dengan waktu. Posko DVI di Pangkalan Bun adalah bagian hulu yang sangat penting dalam mengamankan pengidentifikasian awal agar kondisi jenazah tidak makin rusak.

"Tapi saya meminta keluarga dan masyarakat tidak perlu khawatir karena seperti apapun keadaannya, kami tim DVI berjanji tetap mengidentifikasi, sekecil apapun bagian tubuh yang kita temukan," kata Anton.

Saat ini seluruh tim gabungan terus disiagakan karena diperkirakan masih banyak lagi korban yang akan ditemukan dan diidentifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Jumat, 02 Januari 2015

Poldasu Tangkap Ketua DPC Demokrat Tapsel

Ketua DPC Demokrat Tapsel SS (tengah) diapit tim Poldasu diatas mobil Patwal yang membawanya menuju Poldasu dari pelataran Mapolres Tapsel, jalan SM Raja Kota P. Sidimpuan, Selasa (30/12).(Foto:Analisa/hairul iman hasibuan)


INFO TABAGSEL.com-Tim Polda Sumatera Utara (Poldasu), didampingi sejumlah personil Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), menangkap Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel SS di Kota Padangsidimpuan, Selasa (30/12).

Tersangka SS, diciduk empat personil Poldasu dibantu sejumlah personel Polres Tapsel dari Kantor DPC Partai Demokrat di jalan Sudirman Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota, tanpa perlawanan.

Selanjutnya, tersangka digiring ke Mapolres Tapsel di Jalan SM Raja untuk kemudian dibawa menuju Polda Sumatera Utara mengenderai mobil patwal, dikawal satu unit mini bus yang ditumpangi para personil reskrim Poldasu dan Polres Tapsel.

Kapolres Tapsel AKBP Drs Parluatan Siregar mengatakan, pihaknya dalam hal ini hanya berperan membantu tim Poldasu yang bertugas menjemput tersangka SS, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Poldasu atas kasus dugaan pemalsuan 40 buah akte tanah di Muara Opu Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapsel.

"Tersangka SS dibawa oleh tim Poldasu dari halaman Mapolres Tapsel menuju Kota Medan Selasa (30/12), sekitar pukul 11.30 WIB, " ujarnya didampingi Kasatreskrim dan Kasat Intel Polres Tapsel masing-masing AKP Edison Siagian SH dan AKP Ahmad Fauzi.

Dikatakan, penangkapan tersangka SS ini atas dugaan kasus penipuan akte tanah diatas lahan 400 hektar didesa Muara Opu Kecamatan Muara Batangtoru Kabupaten Tapsel.

"Atas perbuatannya, tersangka SS dijerat Pasal 263 dan Pasal 363 KUHPidana," tegasnya.

Disinggung apakah bakal ada tersangka lain dalam kasus ini, Kapolres dengan tegas mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengamankan dua tersa ngka lainnya.

"Terkait identitas keduanya dirahasiakan, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti melarikan diri," katanya.

Membeli Lahan

Informasi dihimpun, kasus ini berawal saat Sutor Sirregar (SS) mengaku membeli lahan itu pada 2008 melalui adik pelapor Imran Lubis yaitu Hasim Lubis dengan bukti 40 akta pelepasan lahan.

Tetapi dibeberapa dokumen yang diperiksa ada kejanggalan-kejanggalan, seperti alamat yang tertulis di akta tidak sesuai dengan alamat sebenarnya.

Imran Lubis memiliki lahan itu berdasarkan akta perjanjian kerjasama No. 58 tanggal 17 Februari 2007 antara dia dan dua adiknya Hasim Lubis dan Basrah Lubis. Imran Lubis membayar lahan itu 27 Januari 2007 di hadapan masyarakat Desa Muara Upu dan kepala desa.

Dalam perjanjian, Imran Lubis bertanggungjawab menyediakan semua pembiayaan yang berhubungan dengan pengelolaan kebun sawit. Sedangkan pihak kedua, Hasim Lubis dan Basrah Lubis mengelola dan merawat kebun dalam bentuk usaha keluarga.

Sedangkan mengenai bagi lahan disepakati setelah 5 tahun sejak penanaman, dimana pihak pertama Imran Lubis memperoleh 2/3 bagian dari keseluruhan lahan dan pihak kedua Hasim Lubis dan Basrah Lubis menerima 1/3 bagian, sehingga masing-masing memperoleh 1/6 bagian.

Namun 18 Juli 2012 Hasim Lubis memutus perjanjian dan meminta bagian, tapi dia menolak bagian 1/6 sehingga terjadi sengketa. Dia kemudian melaporkan Imran Lubis ke Polres Tapsel 30 Agustus 2013 atas dugaan penggelapan dalam jabatan, dan 24 Maret 2014 Imran Lubis dan Basrah Lubis ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, SS diduga memanen sawit diatas 400 hektare lahan yang masih dalam status sengketa di Pengadilan Negeri P. Sidimpuan. Hal itu, dibuktikan saat tim reskrim Polres Tapsel menangkap 7 orang pendodos dikebun sawit tersebut sekitar pertengahan 2014.

Dalam proses hukumnya, ketujuh orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tapsel itu bebas atas putusan pra pengadilan di PN P. Sidimpuan. Oleh Polres Tapsel kemudian melimpahkan kasus itu ke Poldasu. (Analisa)

Sutor Siregar Ketua Partai Demokrat Tapsel Ditangkap Poldasu


INFO TABAGSEL.com-Polisi menahan Ketua Demokrat Tapanuli Selatan (Tapsel) Sutor Siregar, sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan 40 akta pelepasan lahan seluas 400 Ha di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batangtoru, Tapsel.

"Tersangka sudah kita tahan dari Padangsidimpuan, kemudian langsung dibawa ke Polda untuk proses pemeriksaan," kata Direktur Dit Reskrimum Poldasu Kombes Pol Andap Budi melalui Kanit 3 Subdit I/Kamneg Dit Reskrimum Kompol Sandy Sinurat hari ini.

Sandy mengatakan, Sutor Siregar telah ditetapkan sebagai tersangka, dan saat ini masih ditahan di Poldasu. Selain itu, dua tersangka lainnya Hasyim Lubis dan Siti Khodijah juga ditangkap dan ditahan di Poldasu.

"Suami isteri tersebut ditangkap kemarin karena terlibat dalam kasus itu," lanjut Sandy .

Dia menambahkan, keduanya sempat lolos pada upaya penangkapan pada Selasa kemarin, tetapi akhirnya ditangkap di Sidimpuan kemarin.

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan Imran Lubis, pemilik lahan 400 Ha tersebut ke Polres Tapsel. Kemudian penyelidikannya dilimpahkan ke Poldasu. Dalam kasus itu, Polda telah meminta keterangan Sutor Siregar, dan 17 saksi lainnya. Polda juga sudah meminta keterangan dari ahli notaris dan ahli pidana, yang menyatakan akta tersebut palsu.

Selain dugaan pemalsuan akta pelepasan tanah, Imran Lubis juga melaporkan Sutor Siregar dan Hasyim Lubis dalam kasus pencurian buah sawit.

Imran mengatakan Sutor dan Hasyim bersama 50 orang lainnya masuk ke kebun sawit miliknya tanpa ijin, kemudian meneror para pekerja dan memaksa karyawan kebun mengosongkan kantor.

"Dapur umum mereka tutup secara paksa, rumah karyawan wanita dimasuki serta memerintahkan semua karyawan dan pekerja kelua

Minggu, 28 Desember 2014

GP Ansor ungkap jadi diri pembuat video ISIS

INFO TABAGSEL.com-Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengungkap jati diri pembuat video ancaman dari kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditemukan Densus 99/Asmaul Husna pimpinan Syukron Dossi, berdasarkan paspornya.

"Tim Densus 99 itu langsung turun ke Malang dan Pasuruan. Hasilnya, identitas pembuat video terungkap bernama Salim Mubarok sesuai data paspor, yakni kelahiran Pasuruan, 25 Agustus 1972," kata Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Triwachid di Surabaya, Sabtu.

Dalam rekaman yang diunggah di Youtube pada 24 Desember 2014, seorang pria yang kini teridentifikasi sebagai Salim Mubarok Attamimi mengancam Panglima TNI, Polri, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Menyikapi ancaman itu, Ansor Jawa Timur menggelar rapat terbatas di Graha Ansor Jatim, Gayungsari, Surabaya, yang menyepakati pembentukan tim investigasi Densus 99/Asmaul Husna.

"Beredarnya video itu memang sempat membuat banyak kalangan menghubungi Ansor Jatim. Ini cukup beralasan karena basis utama Ansor-Banser memang ada di Jatim," katanya.

Rudi memaparkan, rumah Salim Mubarok berada di RT 5 RW 6, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggung, Kota Pasuruan. Rumah itu warisan dari orangtua Salim, namun di memilih pindah ke Malang bersama istri dan anaknya dengan menyewa sebuah rumah di daerah Kedungkandang.

Salim berasal dari keturunan Arab Yaman Bani At Tamimi karena itu dia dikenal dengan nama lengkap "Salim Mubarok Attamimi".

Pada Mei 2014, Salim bersama istri dan lima anaknya, tiga anak kandung, dua anak angkat, berangkat ke Suriah.

Sebelum memboyong istri dan lima anaknya itu, Salim sebenarnya telah bergabung dengan ISIS di Suriah, dan sempat beberapa kali kembali ke Pasuruan dan Malang.

Sebelum ke Suriah dan bergabung bersama ISIS, Salim pernah berada di Yaman bergabung bersama AQAP, sebuah organisasi sayap Alqaeda di Yaman.

Saat berada di Yaman itu, Salim diketahui beberapa kali masuk daerah perbatasan Turki - Suriah.

"Yang jelas, model ISIS itu bukan cermin dakwah Islam, karena dakwah Islam dalam Alquran dan hadits justru tidak menganjurkan cara-cara kekerasan, melainkan cara bijaksana dan dengan ajakan yang santun," katanya.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kafir dzimmi pun wajib dilindungi.

"Nabi juga menyatakan perang dalam Islam itu hanya bersifat pertahanan diri. Jadi, Islam itu tidak suka dengan cara-cara kekerasan, jadi cara ISIS itu bukan cara Islam, ISIS hanya main klaim dengan Islam, padahal ISIS tidak Islami sama sekali," tegas Rudi.