INFO TABAGSEL.com-Sabtu (22/9) nanti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat. Selain menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Presiden juga akan bertemu pelaku bursa di New York Stock Exchange agar mereka berinvestasi di Indonesia. Presiden juga akan menerima tiga penghargaan dari lembaga internasional.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyampaikan hal ini dalam keterangan pers seusai rapat kabinet paripurna, di Kantor Presiden, Selasa (18/9) sore.
"Rangkaian acara Presiden di New York ada dua. Pertama, kegiatan di markas besar PBB, khususnya sidang Majelis Umum. Yang kedua, pertemuan di New York Stock Exchange yang akan membahasi mengenai investasi asing," kata Marty Natalegawa. Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, lanjut Menlu Marty, bertemakan upaya penyelesaian konflik melalui jalur damai secara diplomatik.
Selain itu, Presiden SBY, bersama Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf sebagai ketua bersama, akan memimpin sidang High-Level Panel on Post 2015 Global Development Framework. "Indonesia mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional untuk memulai proses penyusunan laporan yang akan dituntaskan pada Mei 2013," Marty menjelaskan.
SBY, David Cameron, dan Ellen Johnson-Sirleaf akan memimpin pembahasan merumuskan kerangka kerja baru pasca Millennium Development Goals (MDGs) yang akan berakhir pada 2015.
Dalam kunjungan ke New York tersebut, Presiden SBY juga diagendakan melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala negara, antara lain dengan Presiden Mesir Mohamed Morsi, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg, dan sejumlah kepala negara lainnya.
Menurut Marty, dalam kunjungan ke New York ini, SBY tidak hanya akan berfokus pada masalah multilateral, namun SBY juga akan melakukan serangkaian kegiatan yang mengupayakan peningkatan investasi asing di Indonesia. "Ini yang akan dilakukan Presiden di New York Stock Exchange," Marty menambahkan.
Presiden, ujar Marty, juga akan menerima tiga penghargaan di bidang lingkungan hidup, ekonomi, dan perdamaian dan keamanan internasional.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyampaikan hal ini dalam keterangan pers seusai rapat kabinet paripurna, di Kantor Presiden, Selasa (18/9) sore.
"Rangkaian acara Presiden di New York ada dua. Pertama, kegiatan di markas besar PBB, khususnya sidang Majelis Umum. Yang kedua, pertemuan di New York Stock Exchange yang akan membahasi mengenai investasi asing," kata Marty Natalegawa. Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, lanjut Menlu Marty, bertemakan upaya penyelesaian konflik melalui jalur damai secara diplomatik.
Selain itu, Presiden SBY, bersama Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf sebagai ketua bersama, akan memimpin sidang High-Level Panel on Post 2015 Global Development Framework. "Indonesia mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional untuk memulai proses penyusunan laporan yang akan dituntaskan pada Mei 2013," Marty menjelaskan.
SBY, David Cameron, dan Ellen Johnson-Sirleaf akan memimpin pembahasan merumuskan kerangka kerja baru pasca Millennium Development Goals (MDGs) yang akan berakhir pada 2015.
Dalam kunjungan ke New York tersebut, Presiden SBY juga diagendakan melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala negara, antara lain dengan Presiden Mesir Mohamed Morsi, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg, dan sejumlah kepala negara lainnya.
Menurut Marty, dalam kunjungan ke New York ini, SBY tidak hanya akan berfokus pada masalah multilateral, namun SBY juga akan melakukan serangkaian kegiatan yang mengupayakan peningkatan investasi asing di Indonesia. "Ini yang akan dilakukan Presiden di New York Stock Exchange," Marty menambahkan.
Presiden, ujar Marty, juga akan menerima tiga penghargaan di bidang lingkungan hidup, ekonomi, dan perdamaian dan keamanan internasional.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar