DAFTAR BERITA

Jumat, 13 Februari 2015

IMAMI Indonesia-Malaysia Terbentuk

INFO TABAGSEl.com-Untuk memperkokoh persaudaraan, mempertahankan dan melestarikan adat budaya, etnis Mandailing Indonesia- Malaysia membentuk Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI).

Demikian Pre­siden IMAMI di Indonesia, H SS Baginda Tambangan Harahap kepada Analisa sesaat bertolak ke Malaysia, Kamis (12/2).

Dikatakan, pelantikan pengu­rus IMAMI akan digelar Sabtu (14/2) di auditorium Universitas Putra Jaya Malaysia, Selangor. "Dalam rangkaian itulah, saya dan rombongan berangkat menu­ju malaysia," terangnya.

Dijelaskan, pengurus IMAMI Malaysia nantinya akan dilantik Penasehat Sosio Budaya Kera­jaan Malaysia, YBHG Tan Sri DR Rais Yatim. Sedangkan pengurus IMA­MI Indonesia dilantik Duta Besar RI, Marsekal (Purn) Herman Prayitno.

"Ini pelantikan pengurus lembaga adat Indonesia per­tama di luar negeri. Di Malaysia itu banyak masyarakat Mandailing. Kerajaan sendiri sudah memberi pengesahan Mandailing sebagai bagian suku atau adat masyarakat Ma­­laysia," terangnya.

Lebih lanjut Baginda menga­takan, masyarakat Man­dailing di Malaysia tidak pernah lupa akan kampung me­re­ka berasal. Mereka buat sebuah lembaga berhimpun ber­nama Ikatan Mas­yarakat Mandailing Ma­laysia.

Seiring perjalanan waktu, mereka dan tokoh-tokoh adat Mandailing di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ber­mufakat membentuk sebuah lembaga adat bersama yang diberi nama Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMA­MI).

"Lalu dibentuklah pengurus IMAMI Indonesia dan IMAMI Malaysia yang terpisah tapi tetap satu. Masing-masing IMAMI di­pimpin seorang Peresiden dan Sabtu (14/2) ini akan dilantik di Se­langor," ungkapnya.

Karena pelantikan dua pe­ngurus IMAMI akan digelar di Malaysia katanya, pengurus dari Indonesia akan berangkat dari Tabagsel ke Kuala Lumpur lewat Medan, Rabu (12/2).

"Rencananya disertai Bupati Tapsel, H. Syahrul M Pa­saribu SH, dan Sekdakab, Aswin Efendi Siregar, tadinya seluruh Bupati dan Walikota di Tabagsel akan menghadiri pelantikan ini, na­mun sekitar dua hari ini ada kon­firmasi ada tugas-tugas pemerin­tahan yang tidak bisa diting­gal­kan," katanya.

Terpisah, Presiden IMAMI Malaysia, Datok Ahmad Tamimi Siregar, menyebut, selain meles­tarikan adat budaya Mandailing, kedua IMAMI ini juga men­ja­lankan kerjasama bidang pendi­dikan adat budaya Man­dailing dan tenaga kerja.

"IMAMI Indonesia yang merekrut, melatih, dan mengirim tenaga kerja. IMAMI Malaysia mencari lapangan kerja dan menempatkan tenaga kerja ter­sebut. Sedang mengenai adat bu­daya akan dipertajam lewat ber­bagai pertemuan dan lawatan la­ngsung ke Mandailing," te­ra­ngnya.

Diharapkannya, masyarakat di Indonesia memahami besar­nya rasa cinta mereka yang kini berwarga negara Malaysia ter­hadap Mandailing. (hih)