INFO TABAGSEL.com-Sekira 600 hektare (ha) lahan perkebunan karet yang diusahakan oleh
masyarakat di Sumatera Utara, akan diremajakan pemerintah pada tahun
ini. Untuk peremajaan itu pun telah disiapkan anggaran senilai lebih
dari Rp13,2 miliar.
“Anggarannya sudah kita masukkan dalam nota keuangan APBD Sumut tahun 2014. Lewat dana itu, setiap 2 ha lahan perkebunan karet rakyat nanti akan mendapatkan Rp44 juta. Kita akan salurkan melalui kelompok tani. Untuk tahun ini yang mendapatkan program replanting itu Kabupaten Padang Lawas Utara, Mandailing Natal dan Langkat,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Sumut Aspan Sofyan Batubara , Jumat (24/1/2014).
Aspan mengaku, luasan lahan yang akan direplanting itu, terbilang kecil jika mengacu pada luasan perkebunan rakyat di Sumut. Namun ia berharap, langkah replanting ini dapat menstimulasi para petani dan perusahaan perkebunan, untuk ikut meremajakan tanamannya, demi memenuhi pasokan kebutuhan lokal, yang mencapai 700 ribu ton per tahun.
“Karena keterbatasan anggaran, makanya yang bisa kita remajakan juga minim. Tapi dari sisi ketersediaan bahan tanaman kita cukup. Bahkan Aceh dan Riau itu mengambil dari kita. Makanya kita harapkan, langkah replanting kita ini bisa menstimulus petani dan perusahaan perkebunan. Karena kalau mengingat produktifitas, kita masih jauh dari maksimal saat ini,” tambahnya.
Untuk diketahui, di Sumatera Utara terdapat sekitar 550 ribu ha lahan perkebunan karet. Seluas 376.075,93 ha di antaranya merupakan perkebunan rakyat, 77.696,77 ha perkebunan PTPN. Sedangkan sisanya merupakan perkebunan swasta nasional dan asing, yang masing-masing memiliki luas 59.072,52 ha dan 37.456,44 ha.
“Anggarannya sudah kita masukkan dalam nota keuangan APBD Sumut tahun 2014. Lewat dana itu, setiap 2 ha lahan perkebunan karet rakyat nanti akan mendapatkan Rp44 juta. Kita akan salurkan melalui kelompok tani. Untuk tahun ini yang mendapatkan program replanting itu Kabupaten Padang Lawas Utara, Mandailing Natal dan Langkat,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Sumut Aspan Sofyan Batubara , Jumat (24/1/2014).
Aspan mengaku, luasan lahan yang akan direplanting itu, terbilang kecil jika mengacu pada luasan perkebunan rakyat di Sumut. Namun ia berharap, langkah replanting ini dapat menstimulasi para petani dan perusahaan perkebunan, untuk ikut meremajakan tanamannya, demi memenuhi pasokan kebutuhan lokal, yang mencapai 700 ribu ton per tahun.
“Karena keterbatasan anggaran, makanya yang bisa kita remajakan juga minim. Tapi dari sisi ketersediaan bahan tanaman kita cukup. Bahkan Aceh dan Riau itu mengambil dari kita. Makanya kita harapkan, langkah replanting kita ini bisa menstimulus petani dan perusahaan perkebunan. Karena kalau mengingat produktifitas, kita masih jauh dari maksimal saat ini,” tambahnya.
Untuk diketahui, di Sumatera Utara terdapat sekitar 550 ribu ha lahan perkebunan karet. Seluas 376.075,93 ha di antaranya merupakan perkebunan rakyat, 77.696,77 ha perkebunan PTPN. Sedangkan sisanya merupakan perkebunan swasta nasional dan asing, yang masing-masing memiliki luas 59.072,52 ha dan 37.456,44 ha.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar