DAFTAR BERITA

Sabtu, 08 September 2012

Polisi Akui Ladang Ganja di Madina

Ikustrasi
Medan,  (ANTARA) – Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto mengakui jika Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi daerah yang paling banyak memiliki ladang ganja di provinsi itu.
“Disana paling besar karena pernah mendapatkan 20 hektare (ladang ganja),” katanya di Medan usai pemusnahan barang bukti narkoba di Medan, Jumat.
Menurut dia, ladang ganja yang ditemukan di Madina tersebut berada di Bukit Tor Sihite, Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur.
Ladang ganja tersebut berada di atas perbukitan yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dengan jangka waktu sekitar sembilan jam.
Selain jauh, lokasi ladang ganja tersebut juga sulit diakses karena jalan yang ditempuh cukup licin dan memiliki kecuraman yang dapat membahayakan.
“Ada beberapa jalan yang kemiringannya sekitar 60 sampai 70 derajat,” katanya.
Meski demikan, pihak kepolisian telah mendatangi ladang ganja tersebut serta menyita dan memusnahkan tanaman terlarang itu.
Kemudian, pihak kepolisian juga meminta dan menggalang kalangan masyarakat untuk melaporkan berbagai informasi tentang keberadaan ladang ganja tersebut.
“Informasi itu sangat penting karena pemberantasan narkoba tergantung dari keaktifan,” katanya.
Sebelumnya, petugas gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Sumut, dan Polres Madina menemukan delapan hektare ladang ganja di Bukit Tor Sihite, Madina pada Oktober 2011.
Penemuan dan pemusnahan ladang ganja tersebut juga pernah dilakukan pada tahun 2003 dengan melibatkan personel Satuan Brimob Polda Sumut

Tidak ada komentar: