DAFTAR BERITA

Sabtu, 25 Januari 2014

Presiden Tinggalkan Kota Medan

Presiden SBY dan Ibu Ani naik kereta api Airport Railink Services (ARS) dari Stasiun Medan menuju Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (24/1) siang. Perjalanan sepanjang 39 kilometer tersebut ditempuh dalam 37 menit. ARS merupakan salah satu fasilitas modern untuk memudahkan penumpang pesawat. Kereta ini beroperasi sejak 14 November 2013. (foto: abror/presidenri.go.id)

INFO TABAGSEL.com-Setelah dua hari melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo dan Medan Sumatera Utara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono kembali ke Jakarta. Presiden meninggalkan Medan melalui Pangkalan Udara TNI-AU Soewondo, menggunakan pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia pada Sabtu (25/1) pukul 09.00 WIB.

SBY dan Ibu Ani sudah berada di Sumut sejak Kamis (23/1), dan langsung menuju posko penanangan erupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Sesudah mendengar paparan Komandan Satgas Tanggap Darurat, dokter Saberina Mars, SBY dan Ibu Ani meninjau langsung tiga posko pengungsi dan berdialog dengan mereka. Ketiga posko tersebut adalah Posko Masjid Agung Kabanjahe, Geraja Batak Karo Protestan(GBKP) di Kompleks Asrama Kodim, dan Gereja Paroki.


Dari hasil peninjauan dan mendengar masukan dari jajaran pemda setempat serta Kepala BNPB, Jumat (24/1) pagi Presiden mengeluarkan tujuh kebijakan untuk menangani peroslan pengungsi Sinabung tersebut. Kebijakan tersebut harus dilaksanakan oleh semua pihak, dengan koordinasi oleh Kepala BNPB Syamsul Maarif.


Kemudian, Jumat (24/1) sore, Presiden dan Ibu Ani meninjau Bandar Udara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang. Untuk menuju Kualanamu, SBY dan Ibu Ani menggunakan kereta api Airport Railink Services (ARS) dari Stasiun Medan.


Ikut dalam romobongan kembali ke Jakarta, diantaranya, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri ESDM Jero Wacik, Menhub EE Mangindaan, dan Menkop dan UKM Sjarifuddin Hasan.

Tidak ada komentar: