INFO TABAGSEL.com-Polri terus berupaya melakukan pemberantasan perjudian. Bahkan, Polri kini tengah membidik pelaku judi
online atau yang berlangsung di dunia maya.
“Judi online, dulu konvesional, kupon putih, togel. Sekarang kita investigasi rekening judi online,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1).
Dia mengemukakan, terdapat sektiar 146 situs yang menawarkan judi online. “Dari pengembangan penyelidikan, ada 146 rekening bank yang biasa digunakan untuk pembayaran taruhan oleh para pelaku judi maya tersebut. Seluruhnya telah diblokir oleh Polri,” ujarnya. Dia menambahkan, pihaknya mempunyai tim yang berpatroli di dunia maya. “Setiap ada kecurigaan judi online kita berhenti di situ, ketika ada transksi kita blokir rekeningnya,” tegas mantan Kabareskrim ini.
Dia menuturkan, sekitar 96 rekening yang diblokir menggunakan data fiktif. Sedangkan, 10 rekening lainnya mencantumkan alamat tidak benar. “Sisanya belum diketahui datanya,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pasca dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kapolri memang bertekad memberantas premanisme dan perjudian. “Premanisme, perjudian dan lainnya harus kita bersihkan. Dan kita berikan target-target ke wilayah untuk penegakan hukum,” kata Sutarman kala itu.
“Judi online, dulu konvesional, kupon putih, togel. Sekarang kita investigasi rekening judi online,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1).
Dia mengemukakan, terdapat sektiar 146 situs yang menawarkan judi online. “Dari pengembangan penyelidikan, ada 146 rekening bank yang biasa digunakan untuk pembayaran taruhan oleh para pelaku judi maya tersebut. Seluruhnya telah diblokir oleh Polri,” ujarnya. Dia menambahkan, pihaknya mempunyai tim yang berpatroli di dunia maya. “Setiap ada kecurigaan judi online kita berhenti di situ, ketika ada transksi kita blokir rekeningnya,” tegas mantan Kabareskrim ini.
Dia menuturkan, sekitar 96 rekening yang diblokir menggunakan data fiktif. Sedangkan, 10 rekening lainnya mencantumkan alamat tidak benar. “Sisanya belum diketahui datanya,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pasca dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kapolri memang bertekad memberantas premanisme dan perjudian. “Premanisme, perjudian dan lainnya harus kita bersihkan. Dan kita berikan target-target ke wilayah untuk penegakan hukum,” kata Sutarman kala itu.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar