INFO TABAGSEL.com-Indonesia merupakan mitra penting bagi Jerman. "Jerman menjadikan Indonesia contoh sukses bagaimana seatu negara dapat keluar dari krisis ekonomi dan menjadi negara yang ekonominya berkembang pesat", demikian disampaikan Menlu Jerman DR. Guido Westerwelle dalam konferensi pers bersama Menlu Marty M. Natalegawa di Pejambon, siang ini (11/02).
Dalam pertemuan bilateral, kedua Menteri Luar Negeri membahas berbagai tindak lanjut hasil kunjungan kunjungan Kanselir Jerman.
RI-Jerman memiliki kerja sama yang erat sebagaimana terangkum dalam dokumen kemitraan Deklarasi Jakarta (“Joint Declaration on Comprehensive Partnership: Shaping Globalization and Sharing Responsibilities”) yang diluncurkan oleh Presiden RI dan Kanselir Jerman Angela Merkel di Jakarta, pada 10 Juli 2012.
"Kami telah membahas beberapa isu prioritas guna menindaklanjuti kemitraan komprehensif ini", jelas Menlu Marty M. Natalegawa.
Untuk itu, sambung Menlu Marty, kedua Menlu sepakat untuk membentuk suatu dialog strategis yang rutin antara dua negara. "Forum ini nantinya akan membahas berbagai isu bilateral, regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama".
Kedua Menteri Luar Negeri sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam rangka mendorong kemitraan kedua negara, khususnya kerja sama prioritas dengan formula 5+3 bidang yaitu ekonomi, kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, industri pertahanan, ketahanan pangan, ketahanan energi dan transportasi.
Kedua Menteri Luar Negeri juga membahas persiapan rencana kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Jerman atas undangan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck yang dijadwalkan pada 3-6 Maret 2013.
"Kunjungan Presiden RI ke Jerman ini semakin menekankan betapa pentingnya Indonesia bagi Jerman", ujar Menlu Guido kepada seluruh media yang hadir.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden RI dan Kanselir Jerman akan membahas berbagai perkembangan pasca kunjungan Kanselir Merkel ke Indonesia pada 2012.
Secara khusus, kedua Menteri Luar Negeri juga membahas mengenai penyelenggaraan pameran pariwisata internasional, International Tourism Bourse (ITB) Berlin pada 5 Maret 2013 yang akan dihadiri Presiden RI. Indonesia akan menjadi negara mitra (partner country) dalam pameran tersebut.
Sebagai negara mitra dalam pameran itu, diharapkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia dapat meningkatkan. Menurut data Januari-November 2012, jumlah wisatawan Jerman yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar 143.316 orang atau meningkat dibanding periode yang sama sebesar 132.820 orang.
Sedangkan jumlah total wisatawan asing yang masuk ke Indonesia pada Januari-November 2012 tercatat sebesar 7.277.496 orang atau meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011 yang mencapai sebesar 6.925.192 orang.
Selain ITB, Kedua Menteri Luar Negeri juga membahas persiapan keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra pada pameran BAUMA (Trade Fair on Infrastructure and Construction) yang akan berlangsung di kota Munich pada 15-21 April 2013.
Kesempatan pertemuan bileral tersebut juga dimanfaatkan oleh Kedua Menteri Luar Negeri untuk membahas dan menyepakati upaya-upaya intensif guna meningkatkan hubungan perdagangan, khususnya untuk dapat meraih target volume perdagangan sebesar US$ 12 miliar pada tahun 2015.
Untuk itu, Menlu RI menyambut baik keikutsertaan delegasi bisnis dalam kunjungan Menlu Jerman ke Indonesia kali ini. Hal ini didasarkan pada masih banyaknya peluang yang belum dimanfaatkan oleh kedua negara. Volume perdagangan kedua negara saat ini tercatat sebesar US$ 5,92 miliar pada Januari-Oktober 2012 atau meningkat dibanding periode yang sama pada 2011 yang mencapai sebesar US$ 5,62 miliar.
Kedua Menteri Luar Negeri membahas pula perkembangan terkini dan menyepakati upaya untuk meningkatkan sejumlah elemen kerja sama sebagaimana tertuang dalam dokumen Deklarasi Jakarta yakni kesehatan (peningkatan kerja sama di bidang obat-obatan dan laboratorium, pengembangan alat kesehatan dan pembentukan sister hospitals), peningkatan kerja sama antar pusat riset dan universitas kedua negara guna pengembangan centre of excellence di Indonesia dan kerja sama pengembangan kerja sama bio-teknologi dan ekosistem laut.
Baik Menlu RI maupun Menteri Jerman sepakat untuk meningkatkan elemen kerja sama di bidang pertahanan yang terangkum dalam MoU Kerja Sama Pertahanan yang ditandatangani pada Februari 2012, khususnya kerja sama di bidang peacekeeping.
Selain membahas kerjasama bilateral, kedua Menteri Luar Negeri juga saling bertukar pandangan terkait dengan isu-isu di kawasan dan internasional yakni ASEAN, East Asia Summit, perkembangan di Eropa, perkembangan terkini di Mali dan Suriah, the WTO, dan UN High Level Panel of the Eminent Persons on the Post 2015 Development Agenda, and the G20.
Menteri Luar Negeri Republik Federal Jerman Dr. Guido Westerwelle tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 10-11 Februari 2013.
Sebelum melakukan pertemuan bilateral di Jakarta dengan Menlu RI, Menlu Jerman telah melakukan kunjungan ke Candi Borobudur pada 10 Februari 2013 guna meninjau proyek kerja sama restorasi dan konservasi Candi Borobudur yang dibantu oleh Pemerintah Jerman bekerjasama dengan UNESCO.
Jumlah bantuan yang diberikan Jerman untuk proyek restorasi dan konservasi Candi Borobudur tahap pertama sebesar 38.229 Euro (November 2011) dan 106.000 Euro (Mei 2012) untuk tahap lanjutan. (Sumber: Dit. Erbar/Dit. Infomed/PLE/Yo2K/PY)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar