INFO TABAGSEL.com-Seorang pemandu wisata terluka diserang Komodo di Taman Nasional pada Selasa (19/2), dua pekan setelah peristiwa serupa, seperti diberitakan AFP.
Reptile, yang memiliki panjang sekitar dua meter, muncul ketika pemandu wisata ini melintasi jalur jelajah di Pulau Rinca - salah satu pulau yang dihuni Komodo - bersama dengan empat orang pengunjung domestik.
"Dia berupaya untuk melindungi dirinya dengan sebuah tongkat, tetapi Komodo itu lebih kuat dan lebih cepat dibanding dia, dan dia terkena gigitan di bagian betis," seperti disampaikan oleh petugas administrasi Taman Nasional Komodo, Heru Rudiharto, kepada AFP melalui telepon.
Pemandu wisata yang berusia 25 tahun itu bernama Abdurahman, dilarikan ke rumah sakit terdekat tak lama setelah digigit Komodo.
"Lukanya telah dijahit," kata Stefanus Jalak, rekannya kepada AFP.
Komodo diyakini berburu dengan strategi menggigit dan menunggu, dan menggunakan racun diludahnya untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya.
Tetapi, penelitian terakhir menyebutkan bahwa memiliki racun yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
Hewan asli Indonesia ini tersebar di beberapa pulau di kawasan Timur Indonesia.
Komodo merupakan kadal terbesar di dunia yang dapat berkembang sampai tiga meter dengan berat 70 kilogram.
Sebelumnya, pada awal bulan ini hewan ini juga menyerang dua petugas taman nasional, sehingga menyebabkan mereka terluka parah.
Reptile, yang memiliki panjang sekitar dua meter, muncul ketika pemandu wisata ini melintasi jalur jelajah di Pulau Rinca - salah satu pulau yang dihuni Komodo - bersama dengan empat orang pengunjung domestik.
"Dia berupaya untuk melindungi dirinya dengan sebuah tongkat, tetapi Komodo itu lebih kuat dan lebih cepat dibanding dia, dan dia terkena gigitan di bagian betis," seperti disampaikan oleh petugas administrasi Taman Nasional Komodo, Heru Rudiharto, kepada AFP melalui telepon.
Pemandu wisata yang berusia 25 tahun itu bernama Abdurahman, dilarikan ke rumah sakit terdekat tak lama setelah digigit Komodo.
"Lukanya telah dijahit," kata Stefanus Jalak, rekannya kepada AFP.
Komodo diyakini berburu dengan strategi menggigit dan menunggu, dan menggunakan racun diludahnya untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya.
Tetapi, penelitian terakhir menyebutkan bahwa memiliki racun yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
Hewan asli Indonesia ini tersebar di beberapa pulau di kawasan Timur Indonesia.
Komodo merupakan kadal terbesar di dunia yang dapat berkembang sampai tiga meter dengan berat 70 kilogram.
Sebelumnya, pada awal bulan ini hewan ini juga menyerang dua petugas taman nasional, sehingga menyebabkan mereka terluka parah.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar