![]() |
| Helena Gea kritis. Yan Muhardiansyah.Foto: ©2013 Merdeka.com |
INFO TABAGSEL.com-Helena Gea, 2,5 tahun terbaring tak berdaya di ruang ICU RS Prof Dr Boloni, Medan, Senin (4/1). Bocah asal Padang Lawas, Sumatera Utara ini tak sadarkan diri diduga karena dianiaya.
Di sekujur tubuh Helena ditemukan bekas luka bakar dan memar. Beredar kabar bocah itu dipukuli dan disundut rokok pada sekujur tubuhnya.
Helena dirujuk dari RSUD Rantauprapat. Dia tiba di RS Prof Dr Boloni, Jalan Monginsidi, Medan, Sabtu (2/2) dini hari sekitar pukul 3.00 WIB.
Peristiwa penganiayaan terhadap Helena masih belum jelas. Belum ada yang memberikan keterangan resmi perihal nasib Helena.
Selain dokter, dia hanya didampingi seorang perempuan yang dipercaya untuk merawatnya, Diana br Panggabean.
Diana mengaku tidak mengetahui ihwal penganiayaan terhadap Helena. Dia beralasan hanya ditugaskan perusahaan perkebunan tempatnya bekerja, PT ANJ Agri, untuk menjaga anak itu selama dirawat di RS Dr Prof Boloni, Medan. "Saya tidak begitu tahu kejadiannya, karena saya hanya disuruh menjaga setelah dia dirawat di RSU Rantauprapat," katanya.
Sepengetahuan Diana, bocah itu tinggal di Perkebunan PT ANJ di Padang Lawas, Sumut. Dia tinggal bersama keluarga ayahnya yang bekerja di perkebunan itu. Sementara orang tuanya tidak diketahui keberadaannya.
"Di rumah bapaktuanya (abang ayahnya), banyak orang, ada istri, anak-anaknya pun banyak, tapi saya dengar istri dan anaknya sudah tidak ada di sana," ucap Diana.
Saat ini, Helena masih dirawat intensif. Tim medis terus berusaha menstabilkan kondisinya.
Diana mengaku tidak mengetahui ihwal penganiayaan terhadap Helena. Dia beralasan hanya ditugaskan perusahaan perkebunan tempatnya bekerja, PT ANJ Agri, untuk menjaga anak itu selama dirawat di RS Dr Prof Boloni, Medan. "Saya tidak begitu tahu kejadiannya, karena saya hanya disuruh menjaga setelah dia dirawat di RSU Rantauprapat," katanya.
Sepengetahuan Diana, bocah itu tinggal di Perkebunan PT ANJ di Padang Lawas, Sumut. Dia tinggal bersama keluarga ayahnya yang bekerja di perkebunan itu. Sementara orang tuanya tidak diketahui keberadaannya.
"Di rumah bapaktuanya (abang ayahnya), banyak orang, ada istri, anak-anaknya pun banyak, tapi saya dengar istri dan anaknya sudah tidak ada di sana," ucap Diana.
Saat ini, Helena masih dirawat intensif. Tim medis terus berusaha menstabilkan kondisinya.
Sumber: Merdeka.com







Tidak ada komentar:
Posting Komentar