DAFTAR BERITA

Jumat, 16 Maret 2012

Mengapa Pangeran Harry Susah Dapat Pacar?


INFO PALUTA.com-Semenjak putus dari kekasih lamanya, Chelsy Davy, pada 2010, Pangeran Harry belum tampak menemukan pengganti. Ia pernah dikaitkan dengan sejumlah perempuan cantik, dari seorang waitress di kelab malam Amika di London, Christiane, hingga model lingerie yang juga anak pengusaha anggur, Florence Brudenell-Bruce. Ada pula beberapa wajah terkenal seperti presenter TV Natalie Pinkham dan Caroline Flack. Namun tak satupun dari perempuan-perempuan ini yang dianggapnya serius.
Usai kunjungannya di Bahama, Jamaika, dan Brazil minggu lalu, semakin banyak orang yang memahami bagaimana daya tarik pangeran yang dikenal spontan dan cinta kebebasan ini. Seperti biasa, dalam semua kunjungannya itu Harry banyak bertemu perempuan-perempuan cantik, di antaranya model Brazil Fernand Motta. Adakah salah satu dari mereka yang memikat hatinya?
Harry mengaku, tak mudah menemukan wanita yang bersedia menjalani peran sebagai anggota kerajaan secara resmi. "Saya tidak mencari seseorang yang mampu memenuhi peran tersebut, tapi yang pasti, menemukan seseorang yang bersedia menerimanya," kata Harry, dalam wawancara bersama CBS News.
Terbukti, Chelsy yang kabarnya merupakan sosok yang paling sulit dilupakan oleh Harry, tak bersedia menjalani kehidupan yang penuh sorotan publik bersama Harry. Menurutnya, bukan kepopuleran yang menakutkan gadis-gadis itu jika suatu saat menikahinya. "Tidak, tidak sama sekali. Haha... Setiap gadis pasti mengatakan seperti, 'Ya Tuhan, ia seorang pangeran'. Tidak. Tugas yang menuntut (dari peran itu) lah yang berat," ujar pria berusia 27 tahun ini.

Ia menggambarkan bagaimana abangnya, Pangeran William, pun mendambakan kehidupan yang normal. "Kami memiliki hak-hak istimewa dalam posisi ini, tapi hak-hak istimewa itu juga diikuti dengan tanggung jawab besar. Dan gelar yang kami miliki dalam nama kami, apa pengaruhnya pada sebuah negara, suatu kegiatan amal, atau apapun. Perlahan kami berdamai dengan hal itu, dan menerima kenyataan bahwa nama bisa membuat perbedaan yang besar, dan karenanya kami harus menggunakannya," ujarnya, pahit.

Meski begitu, Harry menambahkan, ada saat-saat ketika ia dan abangnya merasa seperti orang biasa. Karena terlahir sebagai anggota kerajaan, mereka sudah terbiasa melakukan apa yang harus mereka lakukan terhadap rakyat, pada anak-anak yang membutuhkan. "Itu sungguh sederhana bagi kami," tutur Harry.

Hm... apa yang menurut mereka normal ternyata tetap merupakan suatu pekerjaan besar buat kita, ya. Pantas saja tak banyak perempuan yang bisa mengisi peran tersebut.


Sumber: Marie Claire