INFO TABAGSEL.com-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wakil Presiden Boediono, hari Selasa (28/1) ini mulai pukul 11.00 WIB, di Istana Bogor mengadakan silaturahmi dengan Gubernur Papua dan Papua Barat beserta tokoh-tokoh Papua yang tergabung dalam Majelis Rakyat Papua (MRP).
Acara pada kali ini diagendakan membahas dua hal. Pertama, mendengarkan laporan dari Gubernur Papua dan Papua Barat mengenai progress report pembangunan di kedua provinsi tersebut. Kedua, evaluasi pelaksanaan Undang-Undang mengenai Otonomi Khusus bagi Papua dan Papua Barat.
Menko Polhukam Djoko Suyanto dalam pengantarnya mengatakan, bahwa evaluasi pelaksanaan UU Otonomi khusus dilaksanakan selama 5 tahun sekali. "Pelaksanaan evaluasi telah dilaksanakan selama dua kali yakni tahun 2006 dan 2010," tambah Menko Polhukam.
Hasil dari evaluasi tersebut, kata Menko Polhukam, disepakati bahwa perlu lebih dilaksanakan pengawasan agar pembangunan di Papua dan Papua Barat terus terlaksana dengan baik. Untuk itulah, pada tahun 2011 dibentuk UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat).
Dengan demikian, rencana perbaikan otonomi khusus, seperti yang diamanatkan oleh Presiden, dapat terlaksana dengan baik.
Pada akhir pengantarnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto menyampaikan, bahwa Kemenerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan melakukan pengawalan terhadap otonomi khusus di Papua dan Papua Barat serta melakukan koordinasi dengan Kementerian yang terkait. Turut hadir dalam silaturahmi ini Panglima TNI Jendral Moeldoko, Kapolri Jendral Sutarman, Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Mendikbud M. Nuh, Menkes Nafsiah Mboi, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Wamenkeu Any Ratnawati, Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat, jajaran pemerintahan Papua dan Papua Barat, Pimpinan dan anggota DPR Papua, Pimpinan DPR Papua Barat, serta para bupati dan tim Asistensi dari Univ Cendrawasih







Tidak ada komentar:
Posting Komentar