Starberita - Medan, Puluhan orang pendemo yang tergabung dalam kelompok Mahasiswa Paluta Bersatu (MPB) melakukan aksi unjukrasa di depan pintu pagar Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (20/9) nyaris berujung ricuh.
Dalam aksinya, para pendemo juga terlibat perang mulut dengan para petugas Kejatisu.
Tak hanya itu sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dengan petugas kepolisian yang berusaha mengamankan.
Bahkan aksi bakar bakan yang dilakukan di depan pagar Kejatisu, sempat mendapat pelarangan dari petugas, namun demikian tidak sampai menyebabkan bentrok meski beberapa pendemo terlihat meneriaki petugas. Akibat demo jalanan menjadi macet hingga satu jam lebih.
Dalam tuntutannya, massa menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada titik terang atas laporan dari beberapa elemen masyarakat maupun mahasiswa atas dugaan korupsi Bupati Padang Lawas Utara diantaranya anggaran dana belanja rutin Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2002-2004 senilai Rp 7,5 miliar dan sampai saat ini dinyatakan sebagai tersangka oleh Kacabjari Padang Sidempuan.
"Akan tetapi tidak ada tindak lanjut yang diduga ada kongkali kong. Setelah terpilih jadi Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara kembali mengulang sejarah korupsi yang lebih parah mulai dari APBD 2009 diduga diselewengkan senilai Rp1,5 miliar dengan realisasi 94,04 persen dari anggaran," ujar Koordinator Aksi MPB, Nuamir Habibi Tanjung
Disebutkannya, jika ditinjau kelapangan pertapakan kantor bupati dinilai fiktif, proyek padat karya di Dinas Kemenakertrans Paluta yang asal-asalan dan ada dugaan fiktif sudah dilaporkan ke Poldasu. Selain itu dana Bansos Provsu ke Kabupaten Padang Lawas Utara Rp97 miliar yang dinilai sampai saat ini tidak ada realisasi. Lebih parah lagi pembangunan Masjid Raya di Gunung Tua dinilai anggarannya di mark-up sesuai temuan BPK RI.
"Bila kita bicara logika atas pencalonan bakal calon Walikota Padang Sidempuan yakni saudara Andar Amin selaku anaknya Bupati Paluta yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag mutasi BKD Paluta sanggup bertarung menuju Padang Sidempuan 1.
Kita tinjau berapakah pendapatan atau gaji seorang Kabag mutasi, yang menjadi pertanyaan adalah uang dari mana didapatkan untuk siap bertarung kalau bukan dari ayahnya?," ungkap massa lagi.
Untuk itu, MPB menyatakan agar Kejatisu mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Paluta. "Kami menyesalkan atas mati surinya hukum di negeri ini. Kejatisu harus mengusut kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Paluta," bebernya.
Selanjutnya, tiga orang perwakilan massa diterima oleh Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare. Usai menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri.(RID/YEZ)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar